Tembok Rumah Roboh, 2 Bocah Tertimbun Reruntuhan Selama Dua Jam

109
EVAKUASI. Warga sedang mengevakuasi bocah yang tertimpa dinding rumah yang roboh. Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya

TASIK – Para orang tua harus lebih siaga mengawasi anak-anaknya ketika bermain, terlebih di tempat yang berpotensi membahayakan. Sebab, bencana bisa datang kapan saja dan sulit terprediksi.

Jangan sampai kejadian di Kampung Maniis RT/RW 01/05 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, kemarin (19/2) terjadi kembali.

Dimana dua orang anak berusia 9 tahun bernama Febri Rahmatul Sidiq dan Vina Apriliana terjebak di reruntuhan. Akibat robohnya tembok penahan tebing di salah satu rumah warga sekitar.

HISTERIS. Ayah Febri (9), memeluk anaknya yang selamat usai terjebak di reruntuhan tebing penahan tembok yang ambruk di Kampung Maniis Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Selasa (19/2). Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya

Ketua RW setempat, Dadi Supriadi (48) mengatakan peristiwa terjadi ketika sejumlah anak bermain di area tersebut (tembok penahan tebing, Red).

Sekitar pukul 15.00 tembok penahan tebing tiba-tiba roboh dan membuat dua anak tersebut tertimbun reruntuhan. “Kejadiannya sebelum hujan, tiba-tiba tembok penahan tebing roboh,” ungkapnya menceritakan.

Warga sekitar pun langsung berdatangan dan mengevakuasi kedua anak tersebut. Saat evakuasi Vina berlangsung cukup cepat, karena hanya bagian kakinya saja terkubur material. Beda hanya dengan Febri yang hampir seluruh tubuhnya terkubur oleh reruntuhan.

Hujan deras yang turun menghambat proses evakuasi, warga pun memasang terpal untuk memayungi area tempat Febri terjebak supaya tebing tanah tidak terus terkikis.

Terlihat orang tua Febri yakni Eman dan Endang tampak syok mengetahui apa yang dialami anaknya. Meski berisik suara hujan, terdengar beberapa kali tangisan orang tuanya.

Sekitar pukul 17.00, Febri berhasil dievakuasi dengan kondisi berlumuran tanah. Dia pun langsung dibawa ke tempat aman dan kemudian diguyur untuk membersihkan tubuhnya dari tanah serta lumpur yang menempel.

Salah satu warga yang membantu evakuasi, Ade Dudi (41) mengatakan posisi Febri berada di lubang untuk fondasi, karena tempat tersebut akan dibangun rumah.

Posisi kedua kaki Febri terjepit sehingga evakuasi dilakukan secara hati-hati. “Satu kaki ke depan, satu lagi ke belakang dan terjepit,” katanya.

Petugas BPBD Kota Tasikmalaya langsung membawa kedua anak tersebut ke RSUD dr Soekardjo untuk diperiksa kondisi medisnya. Setelah dinyatakan baik-baik saja, kedua anak itu pun langsung dipulangkan ke rumahnya.

Petang kemarin, hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan bencana di sejumlah lokasi di Kota Tasikmalaya. Di antaranya adalah sebuah rumah di Kampung Ciwangsa Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya milik Totoy (60). Hal itu akibat benteng dan materialnya terbawa air yang menghantam rumah tersebut.

Selain itu, ada juga jalan di Kampung Pasir Datar Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu yang longsor. Sementara ini jalan setepak itu tidak bisa dilalui warga karena terlalu berisiko. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.