Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Wisma Haji Kabupaten Tasik Kurang Penjagaan, Warga Was-was

116
0
BERAKTIVITAS. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang diisolasi mandiri di Wisma Haji beraktivitas. Minimnya petugas medis di lokasi menjadi kekhawatiran masyarakat dan pedagang sekitar lokasi, Jumat (4/12). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Pelayanan yang diberikan petugas yang berjaga di Gedung Wisma Haji, tempat karantina terpusat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih dinilai kurang ketat, Jumat (4/12).

Masyarakat termasuk pedagang di sekitar Kompleks Gedung Islamic Center (IC) masih khawatir pasien Covid-19 ini berkeliaran keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan lainnya.

Salah satu pedagang di sekitar Kompleks Gedung Islamic Center (IC) Yudi Mulyanto (34) mengaku waswas ketika mendengar Wisma Haji dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Iya khawatirnya keluar masuk Kompleks Islamic Center (IC), masyarakat atau pedagang kan tidak tahu kalau orang tersebut pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Maka kami minta agar pemerintah atau petugas medis menjaga agar tidak bebas berkeliaran,” tutur dia.

Baca juga : Pembangunan Taman Setda Kabupaten Tasik Sudah 90 Persen

loading...

Kemudian, lanjut dia, diharapkan ada sosialisasi kepada masyarakat atau pedagang sekitar terkait hal tersebut. Sehingga ada kewaspadaan lebih, kemudian diharapkan juga pengawasan dari pemerintah semakin diperketat lagi.

Penjabat sementara (Pjs) Hening Widiatmoko mengakui bahwa karantina terpusat di Wisma Haji harus dioptimalkan untuk penjagaannya.

“Kalau saya pikir berkeliaran di dalam lingkungan gedung iya, tetapi tidak keluar. Karena isolasi mandiri ini dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak, tidak ada kontak dengan yang positif sehingga tidak menular ke yang lain,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Islamic Center (IC), kemarin.

Dia menambahkan, ada beberapa puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya yang tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk nakes di RSUD SMC.

“Akan tetapi menurut laporan pihak RSUD SMC, nakes yang terpapar Covid-19 itu bukan yang berhubungan langsung dengan pasien Covid-19.

Fenomena ini bukan menandakan pelayanan di puskesmas atau rumah sakit tidak sesuai protokol kesehatan,” papar dia.

Lanjut dia, ketika ada nakes di puskesmas atau rumah sakit yang terpapar Covid-19, maka pelayanan di tempat tersebut harus ditutup dan disterilisasi untuk kemudian dibuka kembali sesuai standar protokol kesehatan yang diterapkan.

Hening menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir ketika ada satu puskesmas ditutup, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memiliki 40 puskesmas, pelayanan kesehatan tetap berjalan bisa dipindahkan ke puskesmas lainnya.

Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi menambahkan, pihaknya akan menambah petugas medis untuk menjaga dan melayani pasein Covid-19 yang diisolasi di Wisma Haji.

“Jadi kita pastikan pasien Covid-19 yang diisolasi di Wisma Haji tidak berkeliaran. Semua kebutuhannya difasilitasi oleh petugas medis termasuk pelayanan kesehatannya,” kata dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.