Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Tempat Relokasi Harus Layak

27
0
KIOS DIBONGKAR. Kios pedagang di Blok C Pasar Manis, Ciamis sudah dibongkar. Para pedagang kini direlokasi ke kios-kios sementara. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Keluhan para pedagang di Blok Pasar Manis, Ciamis soal kios sementara yang kekecilan, mendapatkan respons dari DPRD Ciamis. Mereka meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Ciamis menyediakan tempat relokasi yang layak.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Yogi Permadi mengatakan para pedagang harus diperlakukan secara baik dan ditempatkan di lokasi yang memang layak. Jangan sampai, kios sementara ukurannya kecil dan tidak bisa menampung barang dagangan. Di sisi lain pembangunan Blok C memakan waktu 190 hari.

“Saya harapkan bisa lebih memperhatikan para pedagang dengan relokasi dan tempat yang layak,” kata Yogi Selasa (10/9).

Senada dengan Yogi, anggota DPRD Ciamis dari Fraksi Demokrat Nurmutaqin mengatakan pada dasarnya para pedagang di Pasar Manis Ciamis memerlukan relokasi yang pantas dan tidak kecil. Apalagi pedagang ayam atau daging. Itu harus diperhatikan Dinas Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dengan relokasi yang layak dan baik serta tidak kumuh.

“Semoga ini menjadi perhatian dinas terkait agar memperhatikan nasib pedagang yang saat ini direlokasi,” kata dia.

Pedagang di Blok C Pasar Manis Ciamis, sebelumnya, mengeluhkan kios sementara yang dibangun Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Ciamis. Mereka menganggap kios sementara tersebut terlalu kecil dan tidak bisa menampung barang dagangan.

Maimunah (70), salah satu pedagang kelontongan menjelaskan bahwa para pedagang di Blok C Pasar Manis harus pindah berjualan karena blok tersebut dirombak. Mereka dipindahkan ke kios sementara di samping Pasar Ikan. Namun ukuran kios sementara 2×2 meter persegi itu dianggap terlalu sempit. Kios tersebut tidak mampu menampung barang dagangan para pedagang. Dia dan pedagang lainnya pun terpaksa menyewa kios Rp 50.000 per bulan. “Kios sementara tidak layak, karena terlalu kecil untuk berjualan,” ujarnya.

Idi (55), pedagang lainnya yang juga berjualan kelontongan mengeluh hanya mendapatkan satu kios sementara, padahal sebelumnya dia memiliki dua kios di Blok C.

“Bingung juga barang saya banyak, terpaksa kini disimpan di rumah sebagian, karena kios sementara kecil tidak bisa menampung,” kata dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.