Tempat Wisata di Garut Akan Diawasi

107
0
dr Helmi Budiman Wakil Bupati Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memastikan Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan mengizinkan perayaan malam pergantian tahun 2021.

“Kami pastikan tidak ada perayaan pergantian tahu baru di Garut. Jadi semua tempat jangan ada kegiatan seremonial pada malam pergantian tahun ini,” ujar Helmi kepada wartawan, Rabu (16/12). Helmi menerangkan pelarangan perayaan pergantian tahun sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Larangan perayaan tahun baru dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. “Kami akan hindari adanya kerumunan masyarakat untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19,” ujarnya.

Larangan perayaan pergantian tahun 2021 diharapkan bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. “Jadi kalau yang sudah mempunyai rencana mengadakan kegiatan seremonial perayaan pergantian tahun lebih baik batalkan, karena kami tidak akan mengizinkan,” katanya.

Baca juga : Soal Desa Wisata, Pemkab Tasik Belajar ke Samarang Garut

Loading...

Helmi mengatakan kebijakan peniadaan perayaan malam tahun baru 2021 sebagai implementasi instruksi pemerintah untuk menghindari terjadinya kerumunan orang.

“Saat ini Garut sudah masuk zona merah dan kasus positif terus bertambah. Jadi kita hindari adanya kerumunan masyarakat,” ujarnya.

Helmi mengimbau masyarakat merayakan malam tahun baru di rumah, berkumpul dengan keluarga. “Alangkah baiknya kita merayakannya di rumah saja dengan keluarga dan mengisinya dengan hal-hal positif,” terangnya.

Untuk memastikan bahwa di Kabupaten Garut tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru, Pemkab Garut bersama TNI, Polri dan Satpol PP melakukan patroli serta pengawasan di setiap tempat wisata termasuk untuk protokol kesehatan Covid-19.

Seluruh tempat wisata yang biasa mengadakan perayaan tahun baru seperti Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang dan Pantai Cijeruk akan dipantau.

“Untuk teknisnya, nanti kita akan melakukan rapat terlebih dahulu dengan Dinas Pariwisata, termasuk penerapan prokes di tempat wisata,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.