Temu Penyair Nusantara, Bode Wakili Tasik

110
0
Bode Riswandi

CIHIDEUNG – Penyair Bode Riswandi kembali terpilih menjadi perwakilan Tasikmalaya dalam Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI tahun ini. Ajang silaturahmi dan diskusi penyair kenamaan itu diselenggarakan pada 28 sampai 29 Juni 2019 di Hotel Griptha dan Menara Kudus Jawa Tengah.

Bode menerangkan, PPN merupakan event di mana penyair senusantara dipertemukan. Bahkan, di 2019, tak hanya penyair dalam negeri, tapi ada perwakilan negara terdekat seperti Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Malaysia. “Alhamdulillah tahun ini kembali mendapat undangan untuk mengikuti PPN. Setelah event sebelumnya di Ternate, sempat tidak mengikuti. Karena bentrok agenda dan saya tidak mengirimkan karya,” ucapnya saat dihubungi Radar, Jumat (28/6).

Menurutnya, syarat untuk dapat menghadiri event tersebut yakni mengirimkan puisi dan diseleksi oleh kurator. Tak cuma peserta, bahkan narasumber yang hadir di event itu tidak main-main sebab ikut juga diseleksi. “Saya mengirimkan puisi pada Maret 2019. Mungkin dari Indonesia, khususnya Tasikmalaya banyak yang mengirimkan. Alhamdulillah saya dari Tasik yang berkesempatan kembali hadir di kegiatan ini,” tutur Bode.

Seniman yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya itu menyebut PPN tahun ini merupakan ketiga kalinya yang dia ikuti. Setelah pelaksanaan PPN di Tanjung Pinang dan Pangkal Pinang. Seperti diketahui, tujuan PPN sendiri di antaranya ajang pertemuan penyair guna menjalin kerja sama kegiatan, pertukaran dan berbagi informasi perkembangan sastra di negara masing-masing. “Pada susunan kegiatan, banyak sekali agenda seperti diskusi budaya dari berbagai narasumber. Ini ajang silaturahmi bersama penyair dari beragam daerah dan negara, menjadi media komunikasi dalam meng-update perkembangan sastra,” kata dia.

Dia menambahkan, konsistensinya menulis dan terus mengirim karya dalam perhelatan PPN merupakan salah satu upaya kontribusi terhadap daerah. Minimalnya banyak informasi atau wawasan baru usai bercengkerama dengan penyair berbagai daerah supaya menjadi stimulan bagi perkembangan seni di Kota Tasikmalaya. “Segala apa yang telah saya capai dalam dunia kesusastraan sampai detik ini, tiada lain karena berkat gemblengan para guru di Tasik. Kepada mereka saya selalu menaruh rasa hormat,” tutur Bode. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.