Temukan 700 NIK Ganda

13
TERIMA KUNJUNGAN. KPU Kota Tasikmalaya saat menerima kunjungan dari Radar Tasikmalaya, Senin (8/10).

TAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya menemukan ratusan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda pada pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP). Temuan tersebut akan disinkronkan dengan pencermatan dari unsur lainnya.

Dari data KPU, disebutkan ada sekitar 500 NIK ganda dengan area masih dalam Kota Tasikmalaya. Selain itu, ada 200 NIK gana juga yang kesamaannya dengan NIK di kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Dr Ade Zaenul Mutaqin menjelaskan data tersebut berdasarkan fotokopi KTP DPT yang dikumpulkan tim di lapangan. Data itu pun disebar ke setiap partai politik dan Bawaslu. “Jadi bukan hanya dicermati KPU, tapi dari parpol dan Bawaslu juga,” ungkapnya usai mendapat kunjungan silaturahmi dari Radar Tasikmalaya, Senin (8/10).

Persoalan NIK ganda itu bisa terjadi karena kesalahan petugas di lapangan dalam melakukan input data atau karena kesalahan pencetakan KTP. “Ada juga dalam satu KK, nama dan tanggal lahirnya sama tapi NIK-nya berbeda,” terang Ade.

Data NIK ganda tersebut akan disinkronkan dengan hasil pencermatan KPU dan parpol. Setelah itu, akan diverifikasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang punya data valid. “Kalau memang ada data yang belum meyakinkan kita akan melakukan pengecekan faktual ke lapangan, orangnya ada atau tidak,” ujarnya.

Jumlah NIK ganda tersebut baru hasil sementara. Ke depannya masih ada kemungkinan temuan-temuan lain. Pencermatan DPTHP dilakukan sejak 1 Oktober dan harus selesai tanggal 28 Oktober.

Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya H Imih Munir enggan banyak berkomentar terkait temuan NIK ganda tersebut. Pasalnya, dia belum mengetahui bagaimana KPU bisa menemukan kejanggalan-kejanggalan itu. “KPU juga belum ada koordinasi dengan kami,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.