Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Tenaga Honorer Kota Banjar Minta Honor Setara UMK

81
1
HEARING. GTHKNK 35 Plus saat hearing dengan Komisi I dan III DPRD Kota Banjar di ruang paripurna Jumat (11/9). Mereka menuntut gaji yang layak. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
HEARING. GTHKNK 35 Plus saat hearing dengan Komisi I dan III DPRD Kota Banjar di ruang paripurna Jumat (11/9). Mereka menuntut gaji yang layak. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Sejumlah Guru, Tenaga Honorer Kependidikan Non Kategori (GTHKNK) 35 Plus mendatangi kantor DPRD Kota Banjar, Jumat (11/9). Mereka menuntut agar honor setara upah minimum kota (UMK).

“Gerakan ini sudah dilakukan se-Indonesia. Di priangan timur, Kota Banjar saja yang belum. Makanya kita bergerak memperjuangkan hak,” ujar Koordinator GTHKNK 35 Plus Indra Aprianto kepada wartawan usai hearing dengan Komisi I dan III DPRD Kota Banjar di ruang rapat paripurna.

Menurut dia, besaran honor saat ini di setiap OPD masih variatif. Bahkan ada yang mencapai angka Rp 1.251.250 per bulan. Sedangkan guru honorer masih di bawah itu.

“Kita juga menuntut adanya rekomendasi dari pemerintah daerah yang nantinya disampaikan ke pemerintah pusat agar bisa diangkat menjadi CPNS bagi honorer diatas 35 tahun. Apalagi honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, harusnya lebih diprioritaskan diangkat jadi CPNS tanpa syarat apapun,” tegasnya.

Baca juga : Wow…TBC di Kota Banjar Capai 290 Kasus Selama Triwulan II

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjar Dalijo SIP siap mendukung aspirasi yang disampaikan guru dan tenaga honorer.

“Tentu harus siap, dan ini merupakan kewajiban kita menampung aspirasi dan menyampaikan ke eksekutif atas apa tuntutan mereka,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar H Mujamil mendapat informasi besaran honor bagi honorer di OPD sebesar Rp 1.250.000, namun masih ada juga yang besarannya Rp 500 ribu.

“Harusnya itu kan disamakan, jangan ada perbedaan, honor bagi honorer di OPD lain dan Dinas Pendidikan untuk guru. Yang ada nanti menimbulkan kecemburuan sosial,” kata dia. (nto)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.