Tenaga Medis & ASN di Kabupaten Tasik Terpapar Covid-19

99
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

Sampai akhir November 2020, tercatat ada empat aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang terpapar Covid-19.

Semuanya masih menjalani isolasi mandiri di Wisma Haji Kompleks Gedung Islamic Center (IC). Karena para ASN yang terpapar Covid-19 ini tidak menunjukkan gejala atau berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zen mengatakan ada empat ASN di beberapa dinas yang terpapar positif Covid-19.

“Kami sudah memanggil Dinas Kesehatan untuk menangani dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 lebih meluas. Baik di dinas terkait yang ada terpapar Covid-19, termasuk untuk dinas lainnya,” terang Zen kepada wartawan di Setda Kabupaten Tasikmalaya, kemarin.

Kata dia, ASN yang terpapar berdasarkan hasil uji swab yang dilaksanakan terhadap para PNS beberapa waktu lalu. Saat ini para ASN terkonfirmasi positif Covid-19 itu di isolasi dan karantina terpusat di Wisma Haji Kompleks Gedung Islamic Center dan nanti dipersiapkan Gedung Diklat di Ciawi.

Baca juga : Kaum Homo Dominasi HIV/AIDS di Kota Tasik, Sebagian Menyerah..

Zen menambahkan bahwa Covid-19 ini bukan sebuah aib, maka harus menjadi pemahaman bagi masyarakat. Yang harus dipahami bagaimana meningkatkan terus kewaspadaan, artinya di mana pun protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan baik dan tertib.

“Sebelumnya memang selain empat ASN yang terpapar Covid-19 ini, ada yang sudah sembuh dan pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Sekarang tinggal empat orang lagi ASN, yang sedang menjalani isolasi mandiri terpusat,” ujar dia.

Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi menambahkan, bahwa Gedung Diklat Ciawi dipersiapkan ketika jumlah penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah.

“Maka kita siapkan untuk karantina terpusat di Gedung Diklat Ciawi untuk sementara Wisma Haji di Kompleks Gedung Islamic Center (IC) masih bisa menampung 40 orang. Khusus bagi isolasi mandiri yang tidak mempunyai gejala, untuk yang bergejala seperti sesak, demam dan batuk lainnya di RSUD SMC,” tambah dia.

Sebelumnya, sebanyak 14 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (26/11).

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC dr Iman Firmansyah mengungkapkan bahwa ada 14 orang tenaga kesehatan dan non nakes yang terpapar terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD SMC.

“Kami sangat sedih sekali, ada tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes kami yang terpapar positif Covid-19 sebanyak 14 orang. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri dan tidak bergejala,” ungkap Iman kepada wartawan di RSUD SMC.

Menurut dia, dari ke 14 tenaga medis yang terpapar Covid-19, justru bukan yang sedang merawat pasien isolasi.

“Jadi tenaga kesehatan yang bekerja di luar pelayanan khusus pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” tuturnya
“Ada admin, perawat, sopir, dan cleaning service. Terpaparnya bisa saja terjadi di luar, karena memang mereka bukan petugas yang di ruang isolasi, mungkin kurang aware atau memperhatikan kelengkapan alat pelindung diri (APD),” ungkap dia.

Walaupun, diakui Iman, penerapan protokol kesehatan di RSUD SMC sangat ketat dan tegas dilaksanakan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

“Bahkan APD yang digunakan oleh kami seperti masker adalah yang disarankan dan bagus untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan salah satu ruangan di RSUD SMC sudah disterilisasi dan sudah normal lagi,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.