Tenaga Tua Harus Dihemat

58
Pemain Timnas Indonesia Alberto Costa melewati pemain Timnas Laos Lathasay Lounlasy pada laga Asian Games 2018, Jumat (17/08/2018).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

BEKASI – Kembalinya Alberto “Beto” Goncalves mengisi lini serang timnas U-23 Indonesia ketika melawan Laos di Stadion Patriot, Bekasi, tadi malam menghadirkan banyak perbedaan. Daya serang Garuda Muda lebih tajam ketimbang laga sebelumnya melawan Palestina (15/8) ketika Beto absen.

Kehadirannya di lini serang membuat pergerakan Stefano Lilipaly lebih liar karena konsentrasi pertahanan lawan terbagi. Terkadang bintang Bali United itu bermain tepat di belakang Beto atau geser ke sayap dan sesekali justru berada posisi paling depan lini serang Indonesia.

Lilipaly menyadari hal tersebut. Bermainnya Beto jadi striker membuat dirinya nyaman. Itu terbukti dengan serangan timnas U-23 yang lebih variatif dan tidak hanya mengandalkan sayap. ”Ya, pemain juga bisa lebih mudah mengirimkan umpan langsung dari tengah ke depan. Variasi lebih banyak,” katanya.

Dia berharap ketika melawan Hongkong pada 20 Agustus nanti bisa kembali berduet dengan Beto. Menurut dia, Beto banyak membantu tim meskipun memang kondisi fisiknya tidak sebugar pemain lain. “Ya, Beto juga punya naluri mencetak gol bagus. Banyak opsi di lini depan untuk cetak gol,” tuturnya.

Adapun Beto berterimakasih atas kepercayaan pelatih Luis Milla. Baginya, membantu timnas menang lebih penting dibandingkan ambisi untuk terus mencetak gol. “Saya pikir gol hanya bonus. Yang terpenting tim bisa menang, bermain bagus, dan menghibur suporter,” tuturnya. (rid/ham/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.