Tensi Darahnya Tinggi, Bupati Tasik Batal di-Vaksin Covid-19

47
0
DIVAKSIN. Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Dr H Mohamad Zen mengikuti vaksinasi di Puskesmas Tinewati, Senin (1/2/2021). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tinewati, Singaparna, Senin (1/2/2021). Dalam vaksinasi tersebut diawali oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen, Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK MM, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Drs H Usep Saepudin Muhtar MPd, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi dan lainnya disuntik vaksin Sinovac.

Namun, Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP yang direncanakan akan hadir ternyata tidak ikut divaksin karena tidak lolos uji kesehatan, tensi darahnya di atas 140/90 dan kondisinya sakit.

Baca juga : Wali Kota Tasik Non Aktif Diminta Mundur, Gerindra Nilai Wajar, PDI-P Ikut Prosedur

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Tinewati, Singaparna sebagai awal dilaksanakannya secara serentak di seluruh puskesmas se-Kabuapten Tasikmalaya.

loading...

Jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 6.200 untuk 3.100 orang dengan prioritas tenaga kesehatan, pejabat publik dan yang bertugas dalam pelayanan umum lainnya.

Vaksinasi ini, lanjut dia, sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menguatkan ketahanan tubuh masyarakat dalam melawan virus.

“Masyarakat pun diberikan pemahaman dalam vaksinasi ini, termasuk tetap patuh dan menjaga kewaspadaan dengan gerakan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak agar terhindar dari virus corona,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Pelaksanaan vaksinasi ini, jelas dia, tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Kemudian, bagi yang divaksin harus melalui uji kesehatan dan ketentuan melakukan observasi selama 30 menit sesudah divaksin.

Kata dia, untuk bupati Tasikmalaya tidak hadir dalam acara vaksinasi ini, karena kondisi badannya kurang sehat.

“Kami sudah mengecek kondisi kesehatan bupati. Kondisi kesehatannya tidak lolos untuk mengikuti vaksinasi Covid-19,” katanya, menjelaskan.

Maka dari itu, kata dia, vaksinasi terhadap bupati Tasikmalaya belum bisa dilaksanakan dan untuk sementara waktu pelaksanaannya ditunda.

“Kami menganjurkan ke Pak bupati untuk ditunda dulu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, atas anjuran dari tim medis. Beliau tensi darahnya tidak bagus, di atas 140/90 dan menderita batuk serta pilek,” kata Heru.

Dia mengungkapkan, untuk sasaran vaksinasi ini adalah 70 persen penduduk Kabupaten Tasikmalaya. Meliputi tenaga kesehatan, TNI/Polri, pejabat publik dan masyarakat umum.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengatakan, vaksin Covid-19 dilaksanakan Februari 2021.

Vaksin Sinovac ini berasal dari China. Sudah layak dipakai setelah melalui uji klinis BPOM dan dijamin kehalalannya oleh fatwa MUI. “Kita bersyukur dengan datangnya vaksin Covid-19 bisa memutus penyebaran virus. Kegiatan vaksinasi ini untuk mengurangi penyebaran virus. Kemudian vaksinasi ini memerlukan tahapan dan sesuai prosedur dengan baik, menjamin keselamatan masyarakat,” ucapnya.

Kondisi letak geografis Kabupaten Tasikmalaya, kata dia, yang terbentang luas memerlukan waktu bertahap dalam pelaksanaan vaksinasi secara serempak di 40 puskesmas dan sembilan fasilitas kesehatan.

“Maka kami prioritaskan tenaga kesehatan, TNI/Polri, ASN dan pelayan publik, termasuk masyarakat umum. Dengan tetap disiplin protokol kesehatan demi keselamatan semua. Semua unsur memiliki peran penting, tugas dan tanggung jawab,” ujarnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.