Merampok dan Membunuh Sopir karena Terlilit Utang

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online Terancam Hukuman Mati

652
EKSPOSE. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat ekspose kasus pembunuhan dan perampokan Senin (18/2). Polisi berhasil menangkap dua pelakunya.Yana Taryana / Rakyat Garut

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut menangkap dua pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online yang jasadnya dibuang ke jurang di wilayah Kecamatan Cikajang beberapa waktu lalu. Kedua pelaku berinisial JS alias Keling dan D alias Abang diringkus di tempat berbeda.

“Kami ringkus kedua pelaku ini, satu di wilayah Bandung dan satu lagi di Banyuwangi saat akan kabur ke Bali,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan saat ekpose di Mapolres Garut Senin (18/2).

Dalam penangkapan, kedua pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat ditangkap. “Kami lumpuhkan dengan tembakan terukur, karena membahayakan petugas,” terangnya.

Budi menerangkan aksi pembunuhan terhadap sopir taksi online warga Bandung bernama Yudi alias Jablay (26) dilakukan kedua pelaku pada 30 Januari 2019. Pihaknya baru menerima laporan pembunuhan pada 31 Januari 2019, setelah warga menemukan jasad korban di jurang.

Aksi pembunuhan kedua pelaku, kata dia, sudah direncanakan sebelumnya. Keduanya sengaja mencari mobil rental atau taksi online. “Salah satu pelaku cari dari google. Terus bertemu sama korban,” katanya.

Ketika korban dan kedua pelaku bertemu, ternyata korban kenal dengan salah satu pelaku, sehingga saat itu korban tidak mencurigai niat jahat kedua pelaku. “Dulunya korban ini juga sopir angkot. Pelaku juga sama berprofesi sebagai sopir angkot. Cuma sudah lupa katanya,” ucapnya.

Budi menerangkan saat itu korban mengantarkan kedua pelaku ke tempat sesuai pesanan yakni ke Kecamatan Sukaresmi, Garut. Setibanya di tempat tujuan, korban dicekik dan kepalanya dipukul menggunakan kapak. “Korban juga sempat digilas oleh mobil sebelum dibuang ke jurang. Sangat sadis sekali,” terangnya.

Usai melakukan aksinya, kata dia, pelaku membawa sejumlah barang milik korban. Mobil Toyota Avanza milik korban dijual ke wilayah Pagaden, Subang. “Mobil korban dijual pelaku seharga Rp 13 juta. Saat ini masih kita kejar penadah mobil curian ini,” katanya.

Kapolres menerangkan dari hasil penyelidikan, kedua pelaku nekat membunuh dan membawa kabur pelaku karena terlilit utang dan belum bisa membayarnya. “Motifnya karena mereka terlilit utang, sehingga nekat membunuh,” paparnya.

Saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Mapolres Garut dan dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Diberitakan sebelumnya, warga yang sedang menyabit rumput di Kampung Renteng Kecamatan Cikajang menemukan jenazah di dasar jurang. Saat itu, warga melaporkan kepada warga lain untuk selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cikajang.

“Saat ditemukan, awalnya saksi mengira bangkai binatang. Setelah didekati ternyata manusia,” ujar Kapolsek Cikajang Iptu H Amat Rahmat.

Saat ditemukan, di tubuh korban terdapat bekas luka benda tajam. “Ada luka di dahi 10 cm, kepala sebelah kiri 3 cm, luka robek di punggung 13 cm, luka robek tangan kanan 17 cm. Jadi, melihat dari situasi korban (diduga) telah mengalami penganiayaan sebelum meninggal,” kata dia. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.