Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Delapan Belas Sudah Tiba, Tujuh Orang Memilih di Jayapura

Warga Garut di Papua Merasa Terancam, Mereka Pilih Pulang Kampung

10
0
BERBINCANG. Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung didampingi Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah dan Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman berbincang dengan warga Garut yang baru pulang dari Papua, kemarin. Yana Taryana / Rakayt Garut

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 18 masyarakat asal Garut, yang sebelumnya menjadi pengungsi akibat kerusuhan di Papua telah pulang ke kampung halaman.

Kedatangan mereka disambut Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansah dan Dandim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung di Kantor Bupati Garut, Rabu (9/10) pukul 23.00.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan pemulangan warganya yang sebelumnya mengungsi akibat kerusuhan di Papua, dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Baznas. Penjemputan ini dilakukan karena banyak warga Jabar di Papua ingin pulang karena ada kerusuhan.

“Ada 71 warga Jabar yang dijemput di sana. 18 orang diantaranya, warga Garut. Kami (Pemda Garut) hanya menjemput dari Bandung dan memberikan pemeriksaan medis di sini,” terangnya.

Menurut dia, secara fisik seluruh warganya yang dipulangkan dari Papua tidak mengalami masalah. Namun secara psikis, terlihat ada perbedaan dari raut wajah warganya ini.

”Ada sedih, gembira, haru. Tentu ini gembira sudah sampai di sini, tapi ada kesedihan akan kejadian di sana,” ujarnya.

Helmi menerangkan, dalam pemeriksaan kesehatan ini, pihaknya tidak hanya satu kali ini saja, tetapi akan melakukan pemeriksaan lanjutan, terutama kondisi psikis. Pihaknya juga telah menyiapkan tim untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis para perantau ini.

Dia menerangkan masyarakat Kabupaten Garut yang merantau di Papua itu sangat banyak. Rata-rata mereka bekerja di sana sebagai pedagang dan pekerja. Untuk saat ini yang berhasil dijemput ini berasal dari lima kecamatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, tidak semua masyarakat Garut yang merantau di Papua memilih pulang kampung. Ada tujuh orang yang masih memilih menetap di Papua.

“Yang pulang sekarang itu tinggalnya di Wamena. Yang tidak pulang itu di Jayapura. Kalau di Jayapura kondisinya aman,” ujarnya.

Meski tak memilih pulang, kata dia, jika pihaknya terus melakukan pemantauan. Pihaknya pun sudah mendapatkan data warga Garut yang bertahan di Papua. ”Kami sudah ada datanya. Jadi jika ingin pulang bisa dihubungi,” katanya.

Jika kondisi di Papua sudah kondusif, ke-18 warga Garut bisa kembali merantau. Usaha yang mereka lakoni sudah turun temurun dan puluhan tahun. ”Di sana mereka usaha dan cukup berhasil. Peluangnya juga besar makanya memilih usaha ke Papua,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, lanjut dia, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan Paguyuban Sunda di Papua. Paguyuban itu dimanfaatkan agar koordinasi warga Garut di Papua bisa lebih baik lagi. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.