Terapi SEFT Hentikan Kebiasaan Merokok

607
0
ISTIMEWA BERHENTI MEROKOK. Beberapa siswa SMA mengikuti terapi SEFT dan EFT agar bisa berhenti dari kebiasaan merokok.

AKTIVITAS merokok kini tidak hanya dilakukan orang dewasa. Tapi juga anak sekolah. Padahal, mereka sudah tahu dampak dan bahaya asap rokok yang masuk ke dalam tubuh. Tak sedikit pula pecandu tembakau yang mencoba menyudahi kebiasaan buruk tersebut, namun gagal.
Praktisi SEFT dan EFT Dedyn Noor menjelaskan EFT atau SEFT mengatakan menghentikan kebiasaan merokok tak semudah membalikan tangan. Tantangan dan rintangannya cukup berat. Namun, bukan berarti tidak bisa dilakukan.
Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah dengan mengikuti terapi Emotional Freedom Technique (EFT) atau Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Yaitu teknik penyembuhan yang memadukan energi psikologis dengan kekuatan doa dan spiritual.
Dedyn menuturkan merokok pada pertama kali rasanya tidak enak. Namun setelah dibiasakan, akhirnya menjadi enak. Hal ini membuat seseorang menjadi kecanduan dan menganggap rokok sebagai sesuati yang dapat menenangkan.
“Dengan terapi ini bagaimana caranya kita kembalikan ke rasa rokok pada pertama kalinya, yakni enggak enak atau pahit. Rasa enak pada rokok ini merupakan efek dari nikotin yang terlalu banyak menumpuk di kepala atau di otak sehingga memicu hormon endorphin yang membuat kecanduan dan membuat tenang,” paparnya.
Terapi SEFT, terang Dedyn, dimulai dengan penyadaran diri serta meneguhkan niat untuk berhenti merokok. Penyadaran diri bertujuan agar perokok menerima bahwa dirinya sudah kecanduan rokok, kemudian memasrahkan diri kepada Allah agar kuat menahan diri dari benda tersebut.
“Jadi, diawal terapi kita ada kesepakatan dengan pasien, bahwa kita terapi yang dilakukan adalah sebagai bentuk ikhtiar untuk sembuh. Sehingga pasien harus pasrah terkait kecanduannya tersebut. Setelah itu baru dilakukan terapi selanjutnya,” ungkap dia.
Proses selanjutnya dari terapi tersebut adalah menghilangkan efek nikotin di otak dengan teknik akupuntur menggunakan dua jari. Dari sekitar 360 titik meridian atau titik akupuntur yang ada, hanya 18 titik saja yang terapi dengan jari.
”Prosesnya enggak lama. Paling lima menit, atau bisa kurang. Bisa juga lebih. Diantara titik meridian terapi SEFT ada dahi, ujung mata, bawah mata, bawah hidung, bibir, bawah ketiak dan lainnya dan itu hanya diketuk saja,” terangnya.
Keberhasilan dari terapi berhenti merokok, lanjutnya, bergantung pada feel dan isu pasien itu sendiri. Maksudnya, setiap orang memiliki latar belakang atau alasan awal berbeda ketika memutuskan untuk menghisap rokok. Saat menjalani terapi, pasien akan dibawa kedalam suasana dimana dia merasa nyaman dan enak merokok. Jika pasien mengikuti arahan terapis dengan benar, maka setelah terapi rokok akan menjadi terasa pahit.
”Misalnya merokok enak sambil ngopi atau lainnya. Hal tersebut perlu penuntasan atau terapi lagi untuk kopinya, sehingga tidak setengah-setengah. Dan, titik akupuntur yang dilakukan hanya penunjang saja. Yang menjadi penentu paling besar adalah feel pasiennya saat terapi,” ujarnya.
Menurut dia, terapi psikologis dengan spiritual dilakukan berdasarkan keterangan yang menyatakan bahwa jika psikologis seseorang tidak sehat, maka fisiknya pun tidak akan sehat. Kebanyakan perokok memutuskan menghisap asap tembakau karena alasan untuk menghilangkan stres.
”Sehingga teknik terapi pada pecandu rokok berat, ringan dan sedang, laki-laki atau perempuan sama saja. Paling yang membedakan ada yang cukup satu putaran terapi ada juga yang sampai tiga putaran terapi. Isu dan fokus saat terapi yang menjadi penentu, karena ada yang sudah berpuluh tahun merokok bisa sembuh hanya dengan satu putaran saja,” terangnya.
Efek dari terapi yang dilakukan pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang merasa mulutnya menjadi pahit ketika menghisap rokok. Ada juga yang tidak. Sebab itu, setelah mengikuti terapi, pasien juga harus mengendalikan diri untuk tidak memegang atau menyentuh rokok dalam waktu dua minggu dan mengubah kebiasaan lain.
“Banyak alasan yang dilontarkan kalau tidak merokok. Tidak fokus, tidak tenang, tidak semangat dan lainnya dan hal ini hanya sugesti saja. Sehingga sugesti ini harus dirubah,” kata dia.
Keunggulan dari SEFT, kata dia, metodenya sederhana dan hasilnya bisa dirasakan hanya dalam hitungan menit. Namun, niat dan komitmen berhenti merokok tetap menjadi penentu lamanya perokok bertahan meninggalkan tembakau.
“Jadi 80 persen penyakit fisik berasal dari pikiran dan hati, sehingga sangat penting dilakukan terapi dengan penyadaran diri dan pasrah menerima. Sebab, emosi yang sehat akan mempengaruhi juga pada kondisi fisik,” pungkasnya. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.