Terburuk Sejak 1991

271
0
Kai Pfaffenbach / REUTERS DUEL. Pemain Borussia Dortmund Marcel Schmelzer duel udara dengan pemain Stuttgart Andreas Beck.

STUTTGART – Hingga spieltag ke-7 saat menang 2-1 dari Augsburg (30/9), sebenarnya ke­­yakinan bahwa Bo­russia Dortmund bisa mematahkan dominasi Bayern Muenchen di dua musim terakhir Bundesliga masih besar. Tetapi, kekalahan 2-3 dari RB Leipzig (14/10) mengubah 180 derajat nasib Die Borussen.
Sebab, hingga empat pekan setelahnya, tiga poin tidak pernah direguk tim polesan Peter Bosz itu. Bahkan, tiga diantaranya berakhir kekalahan. Terbaru, finalis Liga Champions 2012-2013 itu kembali kalah 1-2 dari tuan rumah VfB Stuttgart dini hari kemarin.
Satu-satunya gol Dortmund pada laga yang digeber di Mercedez-Benz Arena itu dicetak Maximilian Philipp beberapa saat sebelum jeda. Gol itu tercipta setelah beberapa saat sebelumnya eksekusi penalti Andre Schuerrle gagal. Sedangkan dua gol tuan rumah dilesakkan Chadrac Akolo (5’) dan Josip Brekalo (51’).
Kekalahan dari Stuttgart kemarin adalah yang ketiga beruntun di Bundesliga dan tidak pernah menang dalam lima laga. Ironisnya, jumlah kebobolan tim yang bermarkas di Signal Iduna Park itu menembus 14 gol.
Kali terakhir Dortmund kebobolan 14 gol dalam lima pekan terjadi 26 tahun lalu tepatnya musim 1991-1992.
Kekalahan tersebut membuat posisi mereka belum beranjak dari posisi ketiga dengan 20 poin. Bahkan, bisa melorot ke posisi delapan bila Schalke 04, Hoffenheim, Hannover dan Frankfurt meraup tiga poin dini hari tadi. “Jika kami kebobolan gol cepat, itu selalu tidak menguntungkan dan kami harus membalasnya secepat mungkin. Namun, itu bisa menjadi bumerang karena kami terlalu memforsir penyerangan meski terkadang berhasil,” kata Mario Goetze kepada Sport 1. “Kami sebenarnya bisa menang saat laga sudah 1-1 kala jeda. Tapi, kemudian kami kebobolan lagi tepat setelah turun minum. Gol itu seolah mematahkan harapan kami,” ucap pencetak gol semata wayang timnas Jerman saat menang atas Argentina di final Piala Dunia 2014 itu.
Pernyataan eks gelandang Bayern Muenchen itu ada benarnya. Selain konsentrasi di awal laga, keroposnya lini belakang memang menjadi permasalahan utama Dortmund. Dan, penjaga gawang Roman Buerki dan bek Marc Bartra adalah beberapa faktornya.
Gol pertama Stuttgart terjadi berkat salah koordinasi antara Bartra dan Buerki. Itu berawal saat mantan bek Barcelona itu melakukan backpass ke Buerki. Di luar dugaan, kiper timnas Swiss itu salah kontrol dan bola dengan mudah direbut Akolo yang tinggal menceploskan ke gawang.
Namun, itu bukanlah blunder pertama kiper 27 tahun itu. Sebelum ini, menjadi penyebab hukuman penalti bagi Eintracht Frankfurt (21/10) pada menit ke-64 dan pertandingan berakhir 2-2 padahal sebelumnya Dortmund unggul 2-0. Sepekan berselang, blunder serupa terjadi saat Dortmund kalah 2-4 dari Hannover 96 (28/10).
Tidak hanya di Bundesliga, blunder Buerki juga terjadi di Liga Champions. Tepatnya saat bermain imbang 1-1 kontra APOEL Nicosia pada matchday keempat (1/11). Kepada Sport 1 kala itu, Buerki mengaku bahwa kesalahananya membuat APOEL menyamakan kedudukan. Namun, hal itu tidak berlaku pada kekalahan kemarin.
“Itu (blunder, Red) jelas bukan kesalahan dari saya,” ucap Buerki. Padahal, dalam lima spieltag awal musim ini, gawang Buerki selalu clean sheet. Hampir saja menyamai rekor Dortmund yang tanpa kebobolan dalam 516 menit pada start di musim 2001-2002.
“Ini (kalah dari Stuttgart) sangat menyakitkan. Kami ingin hari ini (kemarin) tapi gagal. Babak pertama kami bermain cukup baik namun tidak untuk babak kedua,” timpal Bosz.
Di lain sisi, kemenangan atas Dortmund sangat berarti bagi Stuttgart. Sebab, itulah kemenangan kemenangan home ke-500 mereka dalam sejarah Bundesliga. Lebih jauh, mereka juga belum terkalahkan di kandang sendiri sepanjang 2017.
Ini juga kemenangan pertama Stuttgart atas Dortmund setelah 12 laga sebelumnya selalu gagal menang. Kali terakhir mereka menang atas Dortmund terjadi di musim 2009-2010 saat menang 4-1 (31/1/2010). “Kami sudah melakukan pekerjaan yang fantastis. Tapi, dalam beberapa situasi kami beruntung, terutama di awal babak kedua. Saya sangat bangga dengan tim ini,” kata pelatih Stuttgart Hannes Wolf.
Auba Segera
Comeback
Faktor utama buruknya pe­nampil­an Borussia Dortmund memang lini belakang. Namun, ada faktor penunjang. Ya, man­dulnya Pierre-Emerick Aubameyang. Penyerang asal Gabon itu score­less sejak Die Borussen di­tahan 2-2 oleh Eintracht Frank­furt (21/10). Itu artinya, Au­ba mandul se­lama empat spieltag.
Namun, khu­sus untuk la­ga melawan Vfb Stuttgart kemarin, strik­er timnas Gabon itu ti­dak men­cetak gol ka­rena tengah men­jalani sank­si satu pertandingan dari mana­je­men. Pe­nyebab­nya, dia mem­biar­kan freestyler sepak bola sekaligus sahabatnya Sean Garnier masuk ke tempat latihan tim dan merekam video tanpa izin pada Kamis (16/11).
Auba mengakui bahwa performanya tengah menurun. “Saya berharap segera bisa mencetak gol lagi,” ucap Aubameyang kepada Bild. “Itu (mencetak gol, Red) adalah tugas saya. Kritik biasa dalam sepak bola dan saya sudah ada di periode seperti ini sebelumnya,” lanjutnya.
Dan, langkah awal Auba untuk comeback adalah matchday kelima Liga Champions melawan Tottenham Hotspur (21/11). Kebetulan, posisi Dortmund di Liga Champions juga gawat karena masih terpaku di peringkat 3 grup H dengan 2 poin hasil dari dua seri dan dua kalah.
Hal itu dipastikan CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke. Menurut dia, laga melawan Tottenham bisa menjadi titik balik performa Auba. “Selalu ada peraturan yang di­tegakkan di setiap tim. Dan, untuk kasus Auba, hal itu sudah men­dapat persetujuan dan du­kungan dari semua pihak ter­masuk Peter Bosz (pelatih Dort­mund, Red) dan stafnya,” kata Watzke kepada Daily Mail. “Auba masih pemain hebat. Dia akan kembali pada hari Selasa (21/11) dan masih menjadi pemain kami,” ujarnya. (io)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.