Tercepat Lunasi Pajak Diberi Penghargaan

68
0
PENGHARGAAN. Pelaksana harian Sekda Iin Aminudin (tiga dari kiri) didampingi Kepala BPKPD Rahayu Jamiat (dua dari kiri) menyerahkan penghargaan bagi kecamatan dan desa yang melunasi PBB tercepat, Kamis (26/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Kecamatan Puspahiang dan 45 desa se-Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan atas keberhasilan dalam pengelolaan pajak bumi dan bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan terbaik 2019.

Kabid Perencanaan dan Penetapan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Soufian mengatakan, penghargaan PBB ini dibagi menjadi dua variable, yakni desa dan kecamatan yang lunas tercepat dan tertib secara administrasi.

“Mereka yang mendapatkan penghargaan ini yang pembayarannya lunas sebelum tanggal 30 Juni sesuai dengan instruksi bupati,” ujarnya kepada Radar usai penyerahan penghargaan di Pendopo Baru Singaparna, Kamis (26/12).

Kata dia, untuk kecamatan dan desa lainnya banyak yang membayar setelah Juni. Tak jarang ada yang sampai saat ini belum melakukan pembayaran. Sehingga yang melebihi dari waktu yang telah ditentukan, maka dikenakan denda sebesar dua persen dari nilai pajak yang telah ditetapkan.

Lanjut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah warga yang keberadaannya di luar wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Mereka kebanyakan tidak diketahui, karena tidak melaksanakan perubahan dan pemuktahiran data.

“Tapi kita masih ada waktu 4-5 hari ke depan bagi warga yang belum melakukan pembayaran pajak agar segera melunasinya. Mudah-mudahan pelunasannya bisa dipercepat,” harapnya.

Loading...

Ia menambahkan, penghargaan yang diberikan di antaranya bagi juara pertama adalah laptop, printer, uang tunai, sedangkan untuk juara dua dan tiga hanya berupa uang tunai yang besarannya bervariasi.

Kabid Pembinaan Pengembangan dan Penagihan Jajang Kusnadi mengatakan, semua desa se-Kabupaten Tasikmalaya dibagi menjadi 19 kelompok. Satu kelompoknya rata-rata berjumlah 20 desa dan disesuaikan dengan target PBB-nya.

“Jadi semua tergantung target per desanya, kalau ada yang 200 juta disetarakan dengan yang sebesar itu lagi. Kalo tidak dikelompokan kasihan yang target PBB-nya lebih besar,” katanya.

Kebanyakan, kata dia, yang belum membayar PBB itu merupakan warga yang sedang berada di luar kota. Tanahnya ada di Kabupaten Tasikmalaya, tapi orangnya tidak ada. Namun, pihaknya mengambil langkah dengan menyebarkan surat ke kecamatan yang warganya belum menyelesaikan pembayaran PBB.

“Nantinya dari kecamatan langsung melakukan monitoring melalui desa masing-masing. Warga desa mana saja yang belum melakukan pembayaran, karena sekarang masih ada beberapa hari lagi untuk mengejar target itu,” terangnya.

Sebenarnya, kata dia, bagi warga yang sedang berada di luar kota bisa melakukan pembayaran melalui bank BJB atau langsung transfer ke rekening yang sudah tertera dari Badan Pengelolaan Keuangan. “Saya meminta kepada desa dan kecamatan agar mendorong percepatan pelunasan pajaknya. Pasalnya, semua tahu pajak adalah sumber pendapatan negara dan mayoritas struktur APBD berasal dari pajak,” katanya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.