Bus Doa Ibu Hantam Tiga Mobil Boks

Terdengar Seperti Ledakan Gas, Kecelakaan Beruntun Di Rancakuya Ciawi

661
0
KECELAKAAN. Salah satu mobil boks terguling di Rancakuya Desa Sukamantri Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 13.00 Kamis (30/5). Kecelakaan tersebut melibatkan satu bus dan tiga mobil boks. Akibat bus gagal menyalip kendaraan di depannya. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Satu bus dan tiga mobil boks terlibat kecelakaan beruntun sekitar pukul 13.00 di Rancakuya Desa Sukamantri Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/5). Satu unit boks yang dihantam bus langsung terjungkir di jalur mudik selatan itu.

Kejadian bermula ketika bus Doa Ibu jurusan Tasik-Cikarang melaju dari arah Bandung yang dikemudikan Ujang Fandi (45).

Dari arah berbeda, datang dua mobil boks pengangkut kosmetik yang dikemudikan Rianto (29) dan Asep Setiawan (25) secara beriringan.

Saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Ujang mengarahkan bus ke marka jalan bagian kanan. Dia hendak menyalip kendaraan di depannya. Di waktu bersamaan datang Mobil boks yang dikemudikan Rianto (29). Kepala bus jumbo itu pun menghantam mobil boks kecil sampai terguling ke kiri.

Tabrakan merembet ke dua mobil boks yang ada di belakang mobil yang dikemudikan Rianto. Kaca depan Mobil boks itu pun pecah.

Lokasi langsung ramai didatangi warga di tambah pengendara yang melintas. Dua kendaraan yang terlihat mengalami kerusakan serius yakni bus Doa Ibu serta mobil boks yang dikemudikan Rianto.

Salah seorang warga, Dina Widiana (30) mendengar suara yang sangat kencang layaknya ledakan gas elpiji. Bahkan dirasakannya kondisi tanah pun sempat bergetar seperti gempa kecil. “Kirain ada gas meledak, pas ke depan ternyata tabrakan,” ungkapnya kepada Radar.

Akibat kecelakaan itu, Rianto mengalami luka di bagian tangan dan pundak sebelah kanan. Dia mengaku sudah berusaha membanting setir ke arah kanan untuk menghindar. “Enggak ke buru, jadi pasrah saja,” tuturnya.

Namun demikian, dia bersyukur hanya mengalami luka ringan meskipun mobil boks yang dikemudikannya sampai terguling. “Alhamdulillah bisa selamat, tadinya sempat mikir bakal parah,” tuturnya.

Sementara itu, sopir Doa Ibu Ujang Fadil mengalami luka cukup serius. Kaki kanannya mengalami patah tulang akibat benturan keras dalam tabrakan tersebut.

Ujang mengaku saat menyalip dalam posisi yang tanggung. sehingga sulit menghindari tabrakan. Ditanya soal ada tidaknya masalah pada mobil, dia mengaku kendaraan berjalan dengan normal. “Mau ke kanan ada mobil, ke kiri juga enggak bisa jadi ya pasrah,” terangnya.

Akibat kecelakaan itu, kondisi lalu lintas dari kedua arah sempat terhambat dan menimbulkan antrean. Polisi pun mengevakuasi bus ke bahu jalan sehingga arus kembali normal.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andrianto mengatakan ada empat mobil yang terlibat kecelakaan tersebut. Ada pun penyebabnya, pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan. “Yang jelas bus itu sedang melambung (menyalip, Red) di depan ada boks,” katanya.

Sebelumnya, dua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Doa Ibu dan Budiman mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cibatu – Limbangan tepatnya di Kampung Wedasari Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Selasa siang (28/5).

Akibat kecelakaan tersebut, sopir bus Doa Ibu bernama Asep Rustandi (45) dan dua orang penumpangnya Ayi Siti Zakiyah (20) serta Safitri (16) mengalami luka-luka.

Saat ini, ketiganya sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sukamerang Kecamatan Cibatu. “Kondisi korban hanya luka ringan, akibat benturan. Sekarang sudah mendapatkan penangan tim medis,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di lokasi kejadian, kemarin.

Budi menerangkan kecelakaan yang menimpa dua bus asal Tasikmalaya itu terjadi sekitar pukul 12.30. Saat itu Bus Budiman Nopol Z 7773 HC bersama Doa Ibu Nopol Z 7879 HB melaju beriringan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. (rga/yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.