Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Tergerus Tol Sudah Jadi Konsekuensi

115
0

INDIHIANG – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi menyebut adanya sekitar 500 hektare lahan hijau yang bakal digerus proyek nasional Tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap (Bataci) merupakan risiko pembangunan. Sebab, kehadiran jalur bebas hambatan itu tentunya akan membawa dampak positif pula bagi masyarakat daerah.

“Risiko pembangunan seperti itu, namun kemungkinan di daerah Garut ke sana memang ada tanah pemerintah. Tidak semua milik perseorangan,” ucapnya saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (10/10).

Namun, kata Muslim, pemkot tidak bisa berdiam diri saja dengan alasan program pemerintah pusat. Artinya, revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tengah digarap harus menyesuaikan dengan hadirnya tol ke Kota Tasikmalaya. “Nah nanti mana saja yang jadi titik industri, perdagangan itu dipetakan dengan baik. Sehingga, kita kehilangan beberapa hektare lahan hijau tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dia bercerita dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) diselaraskan dengan visi misi Kota Tasikmalaya, memang diperhitungkan sampai 2035, dalam RTRW dipetakan lahan pertanian hanya tersisa seribu hektare saja. “Ya mungkin salah satu pengurangannya karena akan ada proyek nasional tadi (Tol Bataci, Red.),” kata dia.

Berkaca dari visi misi daerah yang akan menjadi kota industri dan perdagangan termaju di Priangan Timur, kata Muslim, berkonsekuensi terhadap menyempitnya lahan produktif. Otomatis, pemkot harus mengantisipasi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. “Memang untuk tol saja masih bisa terantisipasi, lahannya kan tadah hujan. Saya kira tidak berdampak signifikan dalam perekonomian daerah,” ujarnya.

“Pemkot harus berupaya mengamankan stabilitas pasokan sekitar Kota Tasikmalaya. Seperti suplai dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran yang mana komoditas pertanian mereka surplus,” kata Muslim.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB, Demokrat, Bintang Restorasi H Wahid mengaku belum mengetahui secara detail sejauh mana kesiapan pemkot menyambut proyek nasional tol. “Kami juga sedang menunggu koordinasi dari pemkot tentang revisi RTRW,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, sejauh mana antisipasi daerah menyikapi ekses dari pembangunan yang selama ini kerap terjadi di Kota Tasikmalaya. “Ini kan program pusat, jadi daerah harus menyiapkan penunjang-penunjangnya. Supaya manfaat kehadiran tol benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur Wahid. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.