Terimbas Corona, Pemkab Ciamis Ajak Warga Beli Ayam dari Peternak

267
0

CIAMIS – Bisnis peternakan ayam di Ciamis terganggu oleh wabah corona atau Covid-19. Penjualan daging dan telur ayam menurun. Pemerintah Kabupaten Ciamis mencoba mengambil beberapa jalan keluar. Mulai membantu penjualan telur dan daging ayam via online sampai mengajak masyarakat membeli ayam dari para peternak. Termasuk ada keringanan soal angsuran para peternak ke bank.

Asisten Daerah II Setda Kabupaten Ciamis H Toto Marwoto menjelaskan persoalan perekonomian yang menyangkut hajat orang banyak, seperti peternak ayam dan sebagainya telah pihaknya rapatkan. Termasuk skema angsuran para peternak ke bank. Pihaknya berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal peringanan angsuran para peternak ke bank.

Baca juga : Pohon Kelapa Hancurkan Rumah Warga Sukadana Ciamis, Penghuninya Mengungsi

“Itu kan skemanya di institusi mereka (OJK). Jadi intinya minimal harus ada keringanan-keringanan (angsuran) dampak dari Covid-19,” papar Toto ditemui saat berkunjung ke Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Senin (6/4) siang.

Untuk pemasaran ayam dan telur, kata Toto, pihaknya mencoba bekerja sama dengan Dinas Peternakan mencari solusi penjualan dua hasil peternakan tersebut.

“Mencoba dibuatkan semacam solusi sistem pemasaran online misalnya, apakah kita dengan cara memberdayakan masyarakat Ciamis agar membeli ayam-ayam dari Ciamis. Secara lokal (masalah pemasaran) agar bisa teratasi,” kata Toto.

Loading...

Saat ini, pemasaran ayam hasil peternakan di Ciamis terganggu karena pembeli dari luar daerah berkurang. Situasi itu setelah pemerintah memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

“Kalau ayam dari Ciamis kan keluar daerah kebanyakan, sementara pembelinya kan kurang dengan kondisi sekarang ini,” paparnya.

Tidak hanya peternakan, kata Toto, sendi ekonomi warga yang lainnya pun terkena dampak wabah corona. Maka, pihaknya bersama Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Bulog melakukan antisipasi dengan penyediaan sembako. Mereka memastikan bahwa stok sembako aman. ”Bisa untuk 6-8 bulan ke depan stoknya aman,” paparnya.

Kedatangan 16.000 pemudik ke Ciamis juga menjadi perhatian Pemkab Ciamis. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis ditugaskan memonitor informasi soal para pemudik tersebut. Informasinya disuplai pihak kecamatan dan desa. Pemerintah mengawasi soal dampak sosial dari para pemudik tersebut.

“Nah itu juga paling tidak ada dampak sosial juga, nantinya antisipasi seperti apa,” ujarnya. “Misalnya dari dampak sosial dengan (program pembagian, Red) sembako,” tambahnya.

Untuk menyukseskan program tersebut, kata Toto, dibutuhkan data yang akurat dan valid. “Kita lagi minta dari dinas teknis,” ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan Ciamis H Syarif Nurhidayat menjelaskan saat ini pihaknya mendata para peternak melalui mitra peternak. Nanti hasilnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat.

Pada dasarnya, kata Syarif, pihaknya ikut mencari jalan keluar dari kesulitan pemasaran telur dan daging ayam. “Minimal dilakukan pemasaran lokal di Ciamis bisa terbantu,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) Ade Kusnadi alias Akaw, sebelumnya, menjelaskan para peternak sangat merasakan dampak dari virus corona. Saat ini harga telur ayam dari peternak per kilogram Rp 21.500.

“Jadi telur dari peternak kurang laku karena faktor daya beli, dam­pak-dampak perekonomian, karena yang beli dari UMKM atau rumah makan,” ujarnya saat diwawancarai Radar, Minggu (5/4).

“Memang harga stabil tapi kami rasakan daya beli masyarakat yang berkurang,” terangnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Perhimpunan Perugunggasan Priangan Timur H Komar Hermawan menjelaskan akibat wabah corona, akibat pembatasan aktivitas fisik, terjadi penurunan omzet penjualan. Terutama di pasar-pasar. ”Yang punya pemotongan disimpan dibekukan, tapi kan itu terbatas karena takut kedaluarsa,” ujarnya. “Makanya terkadang dijual berapa saja asal laku saja,” bebernya.

Saat ini, kata H Komar, harga ayam hi­dup dari peternak Rp 5.000 sampai Rp 6.000 atau Rp 7.000 dan paling mahal Rp 10.000 per kilogram,” jelas.

Sekarang ini, kata H Komar, para peternak sulit memasarkan ayam. Padahal ada sekitar 10.000 peternak di Ciamis.

“Sekarang sulit memasarkan yang peternak besar, apalagi peternakan rakyat,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, sekarang ini, kata H Komar, peternak banyak yang memiliki utang ke penyedia.

Baca juga : Kawanan Perampok Bergolok Satroni Alfamart Ciamis, Rp20 Juta Berhasil Digondol

“Kita sekarang tinggal utang saja ke pabrik. Tidak terhitung,” paparnya.

Saat ini, kata dia, ayam yang terjual sekitar 30 persen dari produksi. Sisanya, ada sebagian kecil yang pihaknya simpan dan kebanyakan dijual seadanya. “Ada yang beli berapa pun dijual,” bebernya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.