Terjadi Transmisi Corona Lokal, Kota Tasik Masuk Level 4

4158
7

PSBB tahap pertama di Kota Tasikmalaya sudah diterapkan sejak 6 Mei 2020. Namun korban akibat virus Corona justru malah bertambah.

Berdasarkan data evaluasi Gugus Tugas Kota Tasikmalaya hingga kemarin (18/5) mengalami kenaikan pasien positif sebanyak 6 kasus dengan rincian terkonfirmasi lab lima orang dan reaktif rapid test 1 orang.

Baca juga : Mulai Rabu (20/05) Mall & Toko di Kota Tasik Boleh Buka, PSBB Diperpanjang

Pada 12 Mei dari 31 menjadi 33 kasus positif, dan tanggal 18 Mei 2020 kasus menjadi 37 kasus positif. Hal ini disinyalir telah terjadi transmisi lokal.

Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Kota Tasikmalaya berada pada level 4 (berat) yang artinya ditemukan kasus Covid-19 pada 1 (satu) atau lebih kluster dengan peningkatan kasus signifikan, sehingga menyarankan skenario tingkat penanganan pandemi melalui pelaksanaan PSBB secara penuh.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman meminta masyarakat mematuhi segara aturan dalam pelaksanaan PSBB. Sebab, PSBB ini sangat berpengaruh menekan tingkat penyebaran Covid-19.

”Tolong patuhi PSBB ini, dengan mengikuti semua prosedur dan aturan yang ada. Demi kebaikan kita semua,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Bantuan APD untuk Tim Medis Kota Tasik Terus Mengalir

Menurutnya, PSBB secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat penyebaran Covid-19. Apalagi anjuran pemerintah pusat bahwa daerah yang sudah dinyatakan zona merah harus memberlakukan PSBB.

”Kami juga tahu kondisi masyarakat sulit, tapi PSBB dilanjutkan kembali agar semua terhindar dari terpaparnya virus Corona,” paparnya. (rga/igi)

Loading...
loading...

7 KOMENTAR

  1. Kondisi mana yang lebih Sulit menurut anda untuk Pelaksanaan PSBB di Kota Tasikamalaya:
    1. Pembatasan Sosial Bessekala Besar.
    2. Pembelian Sarung Bersekala Besar,
    3, Pembagian Sarung Berskala Besar

  2. Pak budi alangkah baiknya dikaji ulang & dianalisa secara mendalam efektifitas pelaksanaan psbb dkota tasik ini, jangan hanya menutup jalan, namun perbatasan dilonggarkan, memang dengan menutup ruas jalan sebagian bisa menekan laju penyebaran covid?

  3. Tutup mall nya,bukan tutup jalannya…bener2 sy yg bodoh ini gagal paham dengan dibuka nya mall,ditutup nya jalan,dibolehkannya orang2 berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan,berdesak2an seakan lupa,Qt sedang menghadapi pandemi covid19…sungguh tidak rela jika sy dan keluarga yang selalu mematuhi protokol kesehatan,menghindari kerumunan,menjaga kesehatan dan kebersihan harus terpapar oleh orang2 bengal yg berdesakan membeli baju lebaran,yg mana teu sunnah Sunnah Acan meuli baju lebaran teh daaaa *maafesmosi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.