Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.8%

19.6%

8.1%

68.6%

Terkendala HP, MTs Jidris Assalam Kota Tasik Terapkan Luring

51
0
Drs H Usep Saepudin Muhtar MPd, Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya
Drs H Usep Saepudin Muhtar MPd, Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya

TASIK – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya mendukung sistem Belajar Dari Rumah (BDR). Itu sebagai pilihan agar proses pembelajaran tetap dilaksanakan di masa pandemi ini.

Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Usep Saepudin Muhtar MPd mengatakan, pihaknya mendorong BDR agar dapat berjalan efektif. Pembelajaran tersebut bisa lebih menekankan pada pembelajaran aplikatif sehingga anak-anak lebih senang belajar.

“Semoga hasil BDR ini tidak mengurangi terhadap pembelajaran, karena disesuaikan dengan minat siswa dan akses fasilitasnya,” katanya kepada Radar, Rabu (5/8).

Intinya, kata Usep, pembelajaran harus bersifat kolaboratif. Artinya kondisi darurat sekarang ini, hendaknya dapat menumbuhkan kesadaran bersama. “Secara otomatis menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan berkualitas,” ujarnya.

Pihaknya paham keinginan orang tua yang ingin anaknya sekolah tatap muka, namun berdasarkan keputusan pemerintah sekolah belum dapat dibuka kembali. “Itu demi menjaga keamanan dan keselamatan siswa, guru dan orang tua,” katanya.

Menyikapi kondisi ini, kata ia, guru dapat mengamalkan pembelajaran lewat daring, luring dan jemput bola dengan menggunakan protokol kesehatan, sedangkan orang tua dapat mendampingi dan mengawasi anaknya belajar. “Minimal peserta didik dapat menerima pembelajaran secara rutin,” ujarnya.

Kepala MTs Jidris Assalam Kota Tasikmalaya Makin Kamaludin SPdI MSi mengatakan, di madrasahnya menggunakan sistem BDR, namun tidak menggunakan daring. Pihaknya menggunakan luring atau sistem home visit. Metode ini dipilih untuk menumbuhkan minat belajar siswa dalam menghasilkan kualitas belajar yang baik.

“Kami pilih luring atau jemput bola (home visit, Red) karena mudah tersampaikan dan diterima oleh siswa. Tentunya dijalankan sesuai protokol kesehatan,” katanya. Jadwal pembelajaran luring ini dibatasi yakni dalam sehari maksimal dua guru yang datang ke kelompok-kelompok siswa.

Ia mengatakan, sebelumnya MTs Jidris Assalam menggunakan metode belajar daring namun ia merasakan efektivitasnya kurang. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan siswa dalam hal gadget, kuota dan jaringan. Terlebih banyak siswa yang tinggal di pelosok. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.