Terminal Akan Dirombak, Kondisinya Sudah Jadul, Dibutuhkan Rp 20 Miliar

159
0
AKAN DIBONGKAR. Atap Terminal Ciamis terlalu pendek, sehingga angkutan kerap menyundul beton tersebut. Dinas Perhubungan berencana merombak bangunan terminal tersebut. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis akan merombak bangunan Terminal Ciamis. Kepala Dinas Perhubungan Drs H Endang Sutrisna MSi menilai terminal tersebut sudah jadul, kumuh dan tidak nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi mengaku ingin merombak Terminal Ciamis, namun sampai saat ini, masih terkendala anggaran. Ke depan, dia ingin merenovasi terminal tersebut. “Karena memang sudah jadul kondisi Terminal Ciamis. Sekarang bus-bus itu tinggi-tinggi, sementara bagian atap masuk di terminal untuk bus terbuat dari beton dan terlalu pendek, sehingga harus mengubah,” ujarnya Kamis (26/12).

Bila bagian atap terminal, yang terbuat dari beton itu, dipangkas, menurut Kadishub, hal itu akan jelek.

“Jadi nantinya akan direnovasi semua agar bisa lebih bagus dan nyaman,” kata Endang.

Rencananya, warung di pinggir terminal pun akan direnovasi. Lokasi warung di sebelah timur terminal akan dibuat taman. Termasuk yang di dekat jalan, akan dibuat pelebaran jalan masuk ke terminal. Dengan begitu, mobil leluasa masuk ke terminal.

Bagaimana dengan nasib para pedagang? Mereka, kata Kadishub, akan direlokasi ke tempat sebelahnya lagi. Lokasinya masih di Terminal Ciamis.

Loading...

“Jadi semuanya akan ditata dan dibikin indah serta nyaman buat mobil atau para penumpang,” ucapnya.

Penerangan di Terminal Ciamis pun nanti akan ditambah. Dishub akan menambah penerangan jalan umum di kawasan itu.

Renovasi juga akan merambah ke tempat tunggu penumpang. Saat ini, tempat tersebut diakuinya sudah jadul atau ketinggalan zaman.

“Bagian atapnya juga sudah banyak rusak, karena bertahun-tahun belum ada perbaikan. Namun meski kondisinya rusak, untuk kondisi sekarang terus dipoles biar cantik dulu, sampai menunggu renovasi selanjutnya,” bebernya.

Bekerja Sama dengan Diskoperindagkop

Dinas Perhubungan akan bekerja sama dengan Diskoperindagkop. Mereka akan menata pedagang di pinggir jalan dekat masuk ke arah Terminal Ciamis.

Para pedagang tersebut, kata Kadishub, menghalangi dan membikin macet masuknya kendaraan ke terminal Ciamis. “Setidaknya bila Terminal Ciamis lebih bagus, lebih enak juga angkutan umum untuk ngetem dan nyaman juga penumpangnya,” ujarnya.

“Memang kami akui, mungkin mereka ada (ngetem, Red) di jalan, bisa saja belum nyaman di Terminal Ciamis, karena kumuh,” terangnya.

Lalu berapa anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi Terminal Ciamis? “Bisa menghabiskan antara Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar,” jawabnya.

Secepatnya, dia akan menyampaikan pengajuan pembangunan Terminal Ciamis itu ke Bupati.

“Harapan kami membikin kenyamanan bagi awak angkutan dan para penumpang yang nunggu,” paparnya.

Pimpinan Pengurus Perusahaan Angkutan (PA) Organisasi Laju Perjalanan Anda (Lajuna) Grup Kabupaten Ciamis Omay Komarudin alias Domay membenarkan bahwa Terminal Ciamis sudah kumuh dan tidak layak, sehingga angkutan umum banyak yang mencari penumpang di luar Terminal Ciamis.

“Sudah saatnya dirombak total. Jangan sampai banyak kejadian lagi bus menyundul atap beton saat keluar Terminal Ciamis,” terangnya.

Kumuhnya Terminal Ciamis, kata dia, berdampak kepada penumpang. Mereka tidak nyaman saat menunggu bus di tempat tersebut.

“Saya harap Terminal Ciamis tahun 2020 bisa dirombak total agar lebih bagus lagi,” ujarnya berharap.

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ciamis Ekky Brata Kusuma, sebelumnya, menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pernah rapat koordinasi kaitan dengan terminal bayangan. Menurutnya, terminal bayangan bukan hal yang baru, namun sudah lama ada di dekat stopan di Jalan Letnan Samuji.

“Setelah dipelajari (munculnya, terminal bayangan, Red), karena terminal kita kurang nyaman bagi penumpang, sehingga penumpang menumpuk ada di perempatan Jalan Letnan Samuji,” ujarnya.

“Coba seandainya terminal nyaman bagi penumpang nunggu, otomatis penumpang akan menunggu di terminal. Artinya terminal kurang nyaman,” kritiknya.

Menurut Ekky, armada sudah sampai ke terminal, namun saat sudah sampai terminal tidak ada yang menampung. Untuk itu dia berharap ada perbaikan di terminal.

“Saya sendiri nongkrong di terminal juga tidak nyaman. Tolong benahi secara menyeluruh agar terminal itu nyaman,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.