Ternyata, Teroris Wonocolo dan Manukan Wetan Surabaya Itu Saudara Kandung

449
0
Polisi mengevakuasi warga saat penyergapan teroris di Manukan Wetan, Tandes, Surabaya Barat, Selasa (15/5/2018) malam

SURABAYA – Teroris yang ditembak mati di Jalan Sikatan, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya Barat ternyata masih bersaudara dengan teroris bom rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo.

Diketahui, teroris yang sebelumnya terlibat baku tembak dengan Tim Densus 88 Antiteror itu bernama Dedi Sulistiantono.

Dalam hasil penyelidikan, Budhi Satrio ternyata masih adik kandung Anton Ferdiantoro.

Anton sendiri terpaksaa ditembak karena saat akan dievakuasi dari rusunawa, tangannya masih memegang switching peledak bom.

Demikian dibeberkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan di lokasi, Selasa (15/5/2018) malam.

Iya, mereka ini saudara. Yang ini sama yang rusunawa Wonocolo,” jelas Risma.

Sepenggal Kisah Pilu Keluarga Dita-Puji sebelum Serangan Bom Surabaya: Pelukan dan Tangisan

Kendati demikian, walikota perempuan pertama Kota Pahlawan itu tak menjelaskan detil hubungan keluarga antara Anton dengan Dedi.

“Itu polisi nanti yang menjelaskan,” singkatnya.

Untuk diketahui, sebelumnya terjadi baku tembak Dedi Sulistiantono (39) atau biasa dipanggil Teguh.

Selain menembak mati Teguh, polisi juga mengamankan Suyanti, istri Dedi, yang juga terduga teroris serta tiga anak terduga pelaku.

Pengakuan Keluarga Dita Oepriarto Pelaku Bom Surabaya, Merasa Diasingkan Warga!

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap terduga teroris tersebut, dilakukan sekitar pukul 17.20 WIB.

Tim Densus 88 yang saat itu bermaksud menangkap terduga dalam keadaan hidup-hidup, namun mendapatkan perlawanan oleh terduga.

Oleh sebab itu, polisi memberikan tindakan tegas dengan tembakan kepada terduga yang ber KTP Manukan Kulon blok 19-H/19 RT 11 RW 3 Kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes.

Densus 88 juga sempat terlibat tembak menembak di lokasi gang rumah kontrakan yang sempit. Setidaknya lima tembakan terdengar saat aksi penggerebekan dilakukan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombespol Frans Barung Mangera membenarkan aksi baku tembak tersebut

“Benar. Satu orang tewas ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap,” ujar Barung Selasa (15/5/2018).

Dari informasi yang didapat, satu jenazah terduga pelaku sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Pihak kepolisian sejauh ini masih mensterilkan rumah yang ditempati terduga.

“Tindakan tegas kita lakukan, akibat tembak menembak melumpuhkan satu orang terduga teroris,” tambah Barung.

Dari informasi yang didapat, satu jenazah terduga pelaku sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur

Pihak kepolisian sejauh ini masih mensterilkan rumah yang ditempati terduga.

“Tindakan tegas kita lakukan, akibat tembak menembak melumpuhkan satu orang terduga teroris,” tambah Barung.

Langkah tegas dilakukan karena terduga teroris dinilai membahayakan anggota yang hendak menangkapnya.

Dari laporan yang diterima, terduga juga hendak melempar bom rakitan kepada anggota Densus 88.

“Tindakan tegas (dilakukan,red) karena ditengah pemukiman,” urainya.

Sedangkan semua barang bukti bom rakitan yang ditemukan dilakukan disposal atau peledakan.

Pihaknya menyampaikan jika petugas dilapangan tidak akan ragu melakukan pelumpuhan jika terduga teroris melakukan tindakan melawan dan membahayakan nyawa anggota.

Tentunya tindakan itu dilakukan lantaran bukti-bukti keterlibatan terduga teroris sudah akurat.

“Bukti sudah akurat, tidak ragu-ragu melakukan tindakan tegas. Penegaan hukum untuk pelumpuhan,” pungkasnya.

(JPG/ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.