Teror Sperma Mencemari Kota Santri

49
0
APRESIASI. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat menghadiri Penutupan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif di Hotel Pajajaran, Jumat (22/11). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

MANGKUBUMI – Teror sperma yang dilakukan oleh SN terhadap para wanita telah mencoreng Kota Tasikmalaya yang dijuluki sebagai Kota Santri. Wali Kota Drs H Budi Budiman pun mengharapkan peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

“Ini (teror sperma, Red.) jadi tanggungjawab bersama, bukan cuma pemerintah. Semua stakeholder terlibat untuk serius menyikapi persoalan ini,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman kepada wartawan usai menghadiri Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif di Hotel Pajajaran, Jumat (22/11).

Menurutnya, perbuatan SN menyangkut persoalan pendidikan, nilai agama dan moral masyarakat. Maka, dia berjanji mengevaluasi program yang digulirkan pemkot berkenaan pembangunan sumber daya manusia (SDM), supaya kejadian semacam itu tidak kembali terulang. “Aneh memang, di daerah lain itu lempar air keras. Ini sperma. Memalukan,” keluhnya.

Pemkot masih menunggu perkembangan lebih lanjut penanganan kasus SN oleh kepolisian. Pihaknya belum bisa memastikan perlunya penanganan psikologis atau rehabilitasi pelaku. “Tunggu info resminya nanti, apakah akan dites psikologisnya, normal, sehat, ODGJ atau seperti apa,” ucap Budi.

Dia juga menyebut perlunya program edukasi berkaitan anak dan remaja di usia produktif supaya bisa memilah dan memilih perbuatan dan pergaulan yang baik di tengah masyarakat. Dia berharap kejadian semacam itu tidak lagi menimpa kaum perempuan di Kota Tasikmalaya yang notabene berlabel Kota Santri. “Kita evaluasi bagaimana nanti implementasi tata nilai, kemudian program-program berkenaan pembinaan di tataran keluarga. Termasuk anak muda, remaja, supaya bisa memilah mana hal yang harus dilakukan sekarang ini,” tuturnya.

Sementara itu, dalam Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya

Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya pada pasal 5 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang wajib melaksanakan ajaran agamanya masing-masing sebagai tuntunan dan pedoman hidup, baik dalam menjalankan kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Loading...

Ayat (2), dalam upaya mewujudkan ajaran agama sebagai tuntunan dan pedoman hidup, maka setiap orang agar senantiasa menyeru kepada kebajikan dan mencegah hal-hal yang tercela dalam kehidupan sehari-hari.

Ayat (4), setiap orang wajib mencegah dan menghindari perbuatan tercela yang dapat menimbulkan kerugian dan keruntuhan akhlak, moral dan sosial.

Ayat (5), perbuatan tercela sebagaimana dimaksud pada ayat (4), antara lain sebagai berikut: m. perbuatan melawan hukum yang menimbulkan gangguan ketertiban umum; n. mencacimaki, memfitnah, menghasut, menghina dan perbuatan lainnya yang bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan; dan o. perbuatan lainnya yang dilarang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (igi/snd)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.