Terowongan Pertama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 15 Bulan

39

CIKALONGWETAN – Setelah pengerjaan kurang lebih selama 15 bulan akhirnya terowongan pertama berhasil ditembus untuk membangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati, Desa Kanagasari berhasil ditembus.

Terowongan sepanjang 608 meter ini merpakan terowongan pertama yang berhasil di tembus dari rencana 13 terowongan KCJB yang akan dibangun. Setelah pengerjaan selama 15 bulan, terowongan dengan panjang 608 meter ini menjadi yang pertama yang berhasil ditembus dari.

Sebagai terowongan pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki diameter dalam mencapai 12,6 meter dan diameter luar mencapai 14,3 meter.

Penembusan terowongan pertama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Jenderal Pengadaaan Tanah Arie Yuriwin, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam acara “Walini Tunnel Breakthrough” pada Selasa (14/5).

Ridwan Kamil pun berharap di akhir 2019 konstruksi KCJB ini bisa mencapai progres yang lebih mendekati target. Sehingga target di 2021 Kereta Cepat beroperasi, dapat tercapai.

“Terakhir kita bahas yang melewati Purwakarta, melewati tambang- tambang yang juga bagian dari jalur. Kemudian kita juga sudah putuskan koneksi dari Tegalluar ke Kota Bandung dengan LRT adalah dua kilometer, dari situ nyambung ke eksisting jalur kereta ke Kebonkawung pusat kota Bandung,” kata Emil.

Selain itu, akan dibuat stasiun transit, berlokasi di wilayah Masjid Raya Al- Jabbar Gedebage, Kota Bandung. Rencananya, Emil sendiri yang akan mendesain bangunan stasiun tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta- Bandung mencapai 59 persen di akhir 2019. Menurutnya, kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta
-Bandung saat ini sudah mencapai 17,5 persen.

“Alhamdulillah sebelum akhir 2019, pembangunan sudah bisa mencapai 59 persen. Makanya kalau sekarang 17,5 persen, tujuh bulan lagi kami bisa targetkan sampai 59 persen karena kami harapkan sudah tidak ada kendala yang signifikan,” harapnya.

Rini memastikan pembebasan lahan sudah hampir 100 persen. Saat ini ada empat persen pembebasan lahan yang sedang dirampungkan, dan diharapkan tak mendapati masalah berarti.

“Terkait perizinan, Gubernur Jawa Barat dan (Bupati) Bandung Barat semuanya sangat mendukung,” tutur Rini.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyampaikan apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilannya menembus Tunnel Walini. Menurutnya, pengerjaan tunnel selama ini menjadi salah satu prioritas dalam proyek KCJB dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama.

“Dengan demikian, kami meyakini bahwa titik titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung,” katanya.

Chandra juga mengapresiasi pemerintah mulai dari pusat hingga daerah yang selama ini terus memberikan dukungan dan berperan aktif dalam menyelesaikan sejumlah hambatan yang dihadapi saat mengerjakan proyek KCJB.

“Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan,” ungkap Chandra. (RBD/bie/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.