Ambruk Disapu Angin Kencang, Tak Punya Uang Perbaiki Rumah

Terpaksa Tinggal di Reruntuhan

65
0
RUSAK. Lilis, warga Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan saat ditemui di rumahnya yang ambruk Jumat (8/3).Yana Taryana / Rakyat Garut

KARANGPAWITAN – Lilis (55), warga Kampung Kertasari Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan rela tinggal di reruntuhan rumahnya. Sebelumnya, rumah Lilis ambruk akibat disapu angin kencang pada akhir tahun 2018.

Wanita paruh baya ini tinggal di rumah 4×6 meter itu bersama cucunya, Reski (14). “Saya terpaksa (tinggal di reruntuhan rumah, Red) karena tidak ada uang untuk perbaiki rumah,” ujar Lilis kepada wartawan di dekat rumahnya Jumat (8/3).

Dia tinggal di reruntuhan memang hanya aktivitas siang. Untuk istirahat dan tidur, terutama ketika hujan, Lilis bersama cucunya numpang di rumah kerabatnya. “Kalau terus tinggal di rumah (kerabat, Red) saya malu. Jadi kalau siang ke sini (rumahnya, Red),” katanya.

Lilis mengaku saat ini tidak memiliki bayangan: dari mana bisa kembali membangun rumahnya. Apalagi suaminya tujuh tahun lalu sudah meninggal dunia. “Ah, dari mana saya bangun lagi rumah. Kecuali ada bantuan pemerintah,” harapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Lilis hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sekitar Rp 20 ribu per hari. “Saya juga jadi kader Posyandu, digaji Rp 50 ribu sebulan. Itu hanya cukup untuk makan saja,” terangnya.

Meski penghasilannya minim, dirinya tetap menyekolahkan cucunya yang kini duduk di bangku SMP. “Kalau anak saya ikut dengan suaminya bekerja di Jakarta. Jadi biaya sekolahnya itu dikirim dari anak saya, itu juga untuk kebutuhan cucu saya saja,” terangnya.

Sementara itu, Lilis menceritakan rumah miliknya ambruk karena kondisi rumah sudah lapuk. Sehingga ketika hujan deras disertai angin kencang akhir tahun lalu itu, dirinya memilih mengungsi di rumah kerabatnya. “Benar, ketika tengah malam pukul 02.00 rumahnya ambruk,” akunya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.