Penilaian Kampung ODF 2018 Dimulai dari Cipedes-Cibeureum

Terpenting Kesadaran Masyarakat

Kampung ODF Cibeureum
PENILAIAN. Juri (kaus biru) saat melakukan penilaian Kampung ODF 2018 di RW 22 Kompleks Perumahan Elang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes (foto kiri) dan di RW 11 Kampung Cibuntu Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Jumat (7/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIPEDES – Penilaian Kampung Open Defecation Free (ODF) 2018 tingkat Kota Tasikmalaya dimulai Jumat (7/9). Tim penilai melakukan penilaian di dua kecamatan yaitu Cipedes dan Cibeureum.

Jumat pagi, tim penilai melakukan penilaian di RW 22 Kompleks Perumahan Elang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes. Penilaian dilanjutkan ke RW 11 Cibuntu Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum.

Pelepasan para juri penilaian kampung ODF 2018 dilaksanakan di Graha Pena Radar Tasikmalaya Jalan SL Tobing Jumat pagi. Juri-juri dilepas oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis MM Kes.

Cecep menuturkan penilaian Kampung ODF untuk menciptakan lingkungan yang sehat, supaya masyarakat tidak buang air besar dimana saja.

“Baik itu di kolam atau air mengalir, karena itu bisa mempengaruhi kepada kesehatan masyarakat, apalagi ketika orang yang buang air itu diare maka bisa menyebarkan penyakit,” terangnya.

Kadinkes juga menerangkan bahwa ODF berdasarkan penelitian sebetulnya sangat berpengaruh kepada status gizi masyarakat. “Di satu sisi kita bagaimana menurunkan angka stunting atau gizi buruk, ternyata menurut penelitian keadaan lingkungan sangat mempengaruhi gizi masyarakat, makanannya bersamaan dengan upaya berbaikan gizi juga upaya perbaikan lingkungan,” tuturnya.

Cecep berharap ke depan ODF bisa berkembang penilaiannya. Setelah kampung, kemudian kelurahan lalu kecamatan sehingga 2022, Kota Tasikmalaya menjadi Kota ODF.

Camat Cipedes Jalaludin dalam sambutannya berpesan bahwa target utamanya yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih. “Juara bukan tujuan utama, namun kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk hidup sehat dan bersih,” ujarnya.

“Cipedes, khususnya Kelurahan Sukamanah ini penduduknya padat, meskipun RW-nya sedikit. Kami berharap dengan ODF ini kesadaran masyarakat meningkat dan memang kegiatan ODF ini sangat perlu dan ini menjadi bagian dari pengamalan kebersihan itu bagian dari iman,” tambahnya.

Lurah Sukamanah Pipin Suryana mengatakan penilaian ODF untuk perum soal WC dan septic tank sudah terkondisikan. Ke depan pihaknya akan metata lagi agar lebih rapi dan asri. “Kami juga berikan apresiasi kepada warga yang sudah sangat antusias dalam menyiapkan acara dan kompak dalam kegiatan,” ujar Pipin.

Di Kompleks Perumahan Elang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes, tim penilai disambut warga yang menyajikan kasidah rebana. Mereka antusias membuka penilaian tersebut.

Di Kecamatan Cibeureum, penilaian dilakukan di RW 11 Kampung Cibuntu Kelurahan Kota Baru. Camat Cibeureum Maman R Setiadi menuturkan masyarakat dan semua stakeholder di wilayahnya sangat antusias menyambut penilaian ODF. Mereka menyajikan hiburan kasidah rebana dari masyarakat setempat dan menyediakan makanan tradisional hasil tani dari masyarakat setempat.

“Jadi saya sangat apresiasi, karena ini sebetulnya menjadi salah satu kewajiban kita dengan memanfaatkan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan dan tidak membuang air besar sembarang,” ungkap Maman.

Oleh sebab itu partisipasi masyarakat dan gotong royong dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Harapannya tidak hanya di satu kampung tapi juga bisa ke yang lain dan kepada RW dan RT lainnya. Kami juga akan memaksimalkan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk pihak puskesmas dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama menyosialisasikan pentingnya ODF,” ujarnya.

Ketua RW 11 Kampung Cibuntu Kelurahan Kota Baru H Supriatna SIP MM mengatakan masyarakat harus mementingkan kesehatan dan ke depannya seperti yang diinstruksikan kelurahan akan dilaksanakan arisan jamban, karena sejauh ini arisan jamban ini sudah ada namun belum semua masyarakat ikut terlibat. “Dengan arisan jamban ini kita bisa membangun lingkungan kita makin sehat,” ungkap Supriatna. (ais)

loading...