Terperosok ke Gorong-gorong, Bocah 6 Tahun di Depok Tewas Terseret Arus

34
Lokasi pembongkaran jasad I yang terseret arus goeong-gorong dekat kediamannya di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok. Selasa (12/2/19). ARNET/RADAR DEPOK

DEPOK – Seorang bocah laki-laki berinisial I (6) tewas usai terperosok ke gorong-gorong hingga terseret arus, tak jauh dari kediamannya di Kelurahan Kalibaru, Cilodong, Selasa (12/2/19) sekitar pukul 16.00. Saat kejadian arus air tersebut cukup deras, sampai menyeret korban masuk ke dalam gorong-gorong.

“Kejadiannya jam empat sore tadi pas hujan. Anak ini sedang hujanan. Diduga tidak melihat gorong-gorong dan terperosok. Nyawanya tidak terselamatkan,” kata Kapolsek Sukmajaya, Kompol Ign Bronet kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Awalnya, anak ini bermain hujan seorang diri. Kemudian ia terperosok dan terseret arus air hingga masuk ke gorong-gorong dengan lebar sekitar setengah meter. Mengetahui kejadian itu, warga dibantu petugas berusaha membongkar gorong-gorong.

“Diduga korban meninggal karena banyak air yang masuk ke dalam tubuhnya sampai tak bisa bernapas. Korban sekarang sudah ada di rumah duka, sepertinya malam ini langsung dimakamkan oleh keluarga,” ucap Bronet.

“Kejadiannya jam empat sore tadi pas hujan. Anak ini sedang hujanan. Diduga tidak melihat gorong-gorong dan terperosok. Nyawanya tidak terselamatkan,” kata Kapolsek Sukmajaya, Kompol Ign Bronet kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Awalnya, anak ini bermain hujan seorang diri. Kemudian ia terperosok dan terseret arus air hingga masuk ke gorong-gorong dengan lebar sekitar setengah meter. Mengetahui kejadian itu, warga dibantu petugas berusaha membongkar gorong-gorong.

“Diduga korban meninggal karena banyak air yang masuk ke dalam tubuhnya sampai tak bisa bernapas. Korban sekarang sudah ada di rumah duka, sepertinya malam ini langsung dimakamkan oleh keluarga,” ucap Bronet.

Kejadian ini sontak membuat warga sekitar kaget dan melihat langsung ke tempat dimana nyawa I hilang. Evakuasi ini cukup memakan waktu, hingga dikatakan warga kondisi jasad I sangat menyedihkan.

Hal ini, menyatakan bahwa pengawasan terhadap anak harus diperhatikan secara serius. Agar hal serupa tidak terulang.

(RD/cr2/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.