Terpidana Korupsi Dana Hibah Ditahan

46

BANJAR – Terpidana kasus korupsi dana hibah bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2013-2014 berinisial Ros dijebloskan ke Lapas Kota Banjar sekitar pukul 00.01 Jumat (5/10).

Menurut Kejari Kota Banjar Farhan SH, MH, hasil putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung terpidana dijatuhi hukuman di atas satu tahun penjara.

“Kami rencana mau eksekusi di Lapas Sukamiskin Bandung, tapi setibanya di Sukamiskin pada Kamis (4/10) malam, ternyata pihak LP (lapas) belum bisa menerima narapidana karena masih dalam pembenahan di sana (Lapas Sukamiskin),” ujar Farhan kemarin.

“Kami bawa kembali ke Kota Banjar dan tiba di Banjar sekitar pukul 12 malam dan setelah dilakukan koordinasi dengan Rutan Banjar akhirnya kita eksekusi daripada ditunda-tunda lagi eksekusinya,” tambah Farhan.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan tiga anggota DPRD Kota Banjar yakni Ros, AS dan SJ secara bersama-sama melakukan pemotongan dana hibah hingga setengahnya.

Dana hibah tahun 2013-2014 itu seharusnya diterima secara utuh oleh yang berhak. Akibatnya negara dirugikan Rp 92 juta.

Ketiga dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU No 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

AS, terang dia, sebelumnya telah dieksekusi dan dijebloskan ke penjara pada tahun 2016 dan sudah keluar pada tahun 2017. AS sebelumnya divonis penjara selama satu tahun lebih. Kini, tinggal SJ yang belum dilakukan eksekusi oleh pihak Kejaksaan Negeri Banjar.

Farhan mengaku belum bisa mengeksekusi SJ karena putusan dari Pengadilan Tipikor belum turun. “Belum bang, putusannya belum turun, masih upaya hukum,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.