Bantuan Keuangan ke Desa Diperjuangkan Dewan untuk Pembangunan di Masyarakat

Tersangka Dana Aspirasi Serahkan Diri

138
0
KONFERENSI PERS. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Sri Tatmala Wahanani SH (kiri) didampingi Kasi Intel Evelyn konferensi pers korupsi dana aspirasi, Kamis (27/6).

MANGUNREJA – Satu tersangka berinisial FG, anggota Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sukahening menyerahkan diri kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya dengan status tersangka dan langsung dilakukan penahanan, Kamis (27/6).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Sri Tatmala Wahanani SH mengatakan, sebelum menyerahkan diri, FG sudah ditetapkan tersangka dalam korupsi dana aspirasi di Desa Sukahening. “Jadi sudah dua tersangka yang ditahan. Sebelumnya Kades Sukahening UD dan sekarang FG. FG datang sendiri ke Kejaksaan dan kami langsung melakukan penahanan,” ujarnya saat konferensi pers, kemarin.

Jelas dia, FG ditetapkan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik dan hitungan akhir dalam perkara tindak pidana korupsi dana bantuan keuangan (bankeu) di Desa Sukahening. Dalam pelaksanaannya, FG yang merupakan tim TPK melakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). “Sehingga ada kekurangan mutu pekerjaan yang menurut hitungan ahli merugikan keuangan negara sebesar Rp 472.427.654,” paparnya.

Sebelumnya, tambah dia, FG sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan sebagai saksi, lalu kemudian ditetapkan sebagai tersangka. FG dititipkan di lapas selama 20 hari tahanan pertama. “Berdasarkan keterangan FG, dirinya tidak menerima potongan dana aspirasi 30 persen dari jumlah anggaran Rp 2,1 miliar. Namun, UD kepala Desa Sukahening mengungkapkan bahwa sebagian uang 30 persen dari Rp 2,1 miliar atau sekitar Rp 800 juta lebih itu diserahkan kepada FG. Namun, sampai saat ini FG tidak mengakuinya,” tambah dia.

Sampai saat ini, kata dia, kasus korupsi dana aspirasi anggota dewan ini baru menetapkan dua tersangka, UD dan FG. Sedangkan untuk kemungkinan ada tersangka baru belum ada kepastian. Karena, sampai saat ini FG membantah menerima uang. “Jadi belum ada perkembangan lagi, ke mana uang itu belum dipastikan jelas. Tetap memang ada informasi masuk kepada Kejaksaan aliran uangnya masuk ke dewan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar, Drs H Ending Sunaryo MSi mengatakan, dana aspirasi ini merupakan usulan dari masyarakat saat reses anggota dewan. Kemudian dibawa dan diusulkan pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) selanjutnya disepakati dan masuk APBD untuk direalisasikan. “Aspirasi atau bankeu ini hasil usulan dari dewan yang harus digunakan untuk pembangunan di masyarakat,” katanya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.