Polisi Buru Pemeran Lain dan Penyebar Video Mesum

Perempuan Pemeran Video Porno Garut Dijual Mantan Suami Rp500 Ribu

146
“Aktor utamanya tersangka A. Dia menjual (mantan) istrinya untuk berhubungan ranjang dengan orang lain dan direkam.” AKBP Budi Satria Wiguna Kapolres Garut

TAROGONG KIDUL – Polres Garut menetapkan dua tersangka dalam kasus video porno yang viral di media sosial. Kedua tersangka itu yakni perempuan berinisial V (19) dan lelaki berinisial A (30). Keduanya merupakan pemeran dalam video porno tersebut.

Selain menetapkan dua tersangka, polisi juga tengah memeriksa seorang pria berinisial B. Dia diduga pemeran lainnya dalam video porno itu. “Kalau B statusnya sebagai saksi. B ini juga mengaku pernah “bermain” (dalam video),” kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Mapolres Garut Kamis (15/8).

Budi mengatakan saksi yang saat ini diperiksa datang sendiri ke Polres Garut. Dia mengakui pernah berhubungan dengan tersangka V. “Identitas lelaki dalam video itu semuanya sudah ada. Sekarang anggota di lapangan sedang mengejar para pelaku yang diduga sebagian sudah berada di luar Garut,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, “aksi” adegan ranjang tiga pria dan satu wanita direkam oleh salah satu pemeran dengan tujuan untuk koleksi, tidak untuk diperjualbelikan. “Para tersangka juga tidak mengetahui kenapa videonya bisa viral dan diperjualbelikan di Twitter,” ujarnya.

Maka dari itu pihaknya juga menelusuri akun media sosial yang pertama kali memposting video porno Garut tersebut. “Kita sedang dalami terus untuk menangkap penyebar video porno ini. Sekarang kita juga sudah koordinasi dengan Diskominfo untuk melacak akun itu,” katanya.

Dia menerangkan kedua pelaku video mesum akan dijerat pasal berlapis, yaitu Undang-Undang ITE dan Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Ancaman hukumannya 5 sampai 10 tahun dengan denda Rp 1 sampai Rp 1,5 miliar,” katanya.

Sementara itu, kata kapolres, seks menyimpang yang dilakukan tersangka V (19) bersama tiga pria hidung belang diduga bermotif ekonomi. Berdasar pemeriksaan, tersangka V sengaja dijual oleh tersangka A (30), yang saat ini statusnya yakni mantan suaminya kepada para lelaki hidung belang.

“Aktor utamanya tersangka A. Dia menjual (mantan) istrinya untuk berhubungan ranjang dengan orang lain dan direkam. Ada perilaku seks menyimpang dari A ini,” ujarnya.

Dalam menawarkan jasa mantan istrinya, tersangka A ini menawarkan melalui media sosial Twitter dan WhatsApp. Selain itu, tersangka juga menjajakan V dari mulut ke mulut. “Lebih dari dua kali V dan A melakukan aksi ramai-ramai itu. Tapi kalau yang ada video katanya cuma dua,” ujarnya.

Budi menerangkan dalam sekali melayani para pria hidung belang, tersangka V hanya dibayar Rp 500 ribu. “Ya segitu tarifnya (Rp 500 ribu, Red) sekali kencan. Walau melayani tiga pria,” katanya.

Budi menyebut aksi asusila itu dilakukan pada pertengahan tahun 2018 di salah satu hotel di wilayah Garut. Kata dia, para pemeran pria dalam video tersebut semuanya warga Garut.

“Jadi video ini dibuat ketika A dan V masih berstatus suami-istri. Kalau sekarang mereka sudah cerai,” katanya.

PEMKAB DIMINTA BERSIKAP

DPRD Kabupaten Garut mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap kasus penyebaran video porno yang viral di media sosial. “Terima kasih pak kapolres Garut, kita dukung pengungkapan kasus ini sampai pada penyebar videonya,” kata Subhan Fahmi, anggota DPRD Garut kemarin.

Fahmi mengatakan penegakan hukum harus dilakukan agar ada efek jera bagi para pelaku dan penyebar video. Karena, dampak dari penyebaran video tersebut cukup besar. “Dampaknya cukup besar, karena tersebar di media sosial, kita khawatir anak di bawah umur juga bisa mengaksesnya,” katanya.

Fahmi pun meminta pemerintah kabupaten melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghubungi Kementerian Komunikasi dan Informatika agar segera menutup akun media sosial yang menyebar video tersebut.

“Pemerintah daerah juga harus bergerak menghentikan penyebaran videonya. Jangan sampai terus menyebar luas, harus segera dihentikan,” katanya.

Fahmi meminta pemerintah kabupaten juga duduk bersama dengan semua elemen masyarakat untuk menyikapi berbagai kasus moral yang terjadi di Garut. Karena, kasus moral sudah beberapa kali terjadi di Garut.

“Pemerintah daerah harus mencari solusi, duduk bersama, bicara dan cari solusinya, ajak ulama, ajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengusaha dan pihak-pihak terkait, harus ada gerakan besar di Garut melawan kasus-kasus moral ini,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.