Tersangka EK Bukan Pengedar Amatiran

135
0
Ilustrasi

CIAMIS – Kepala Seksi Brantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis Kompol Ricky Lesmana menjelaskan tersangka pengedar narkotika EK (49), asal Kota Tasikmalaya berlatar belakang keluarga baik. Janda ini mempunyai empat anak. Yang tertua laki-laki. Dia sudah berkeluarga. Selebihnya adalah perempuan yang masih bersekolah di tingkat atas. Paling bungsu masih berusia 8 tahun.

“Kini anaknya dititipkan ke saudaranya untuk dirawat,” kata Ricky kepada Radar di ruanganya Kamis (21/11) siang.

Menurut informasi yang diterimanya, kata Ricky, tersangka EK sudah menjual barang haram tersebut sejak beberapa tahun belakangan. Dia menjadi pengedar narkoba setelah bercerai dengan suaminya. “Dugaan besarnya karena faktor ekonomi,” kata dia.

Saat ini, tersangka EK, kata EK, masih dititipkan di BNN Kabupaten Ciamis. Dia masih menjalani pemeriksaan. BNN memiliki kewenangan memeriksa tersangka EK, sesuai UU Narkotika yaitu 3×24 jam. Jumlah waktu pemeriksaan itu bisa bertambah. Petugas memiliki waktu tambahan pemeriksaan 3×24 jam lagi. “Berarti maksimal 6 hari untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan. Kemudian jika sudah terpenuhi maka pelaku akan ditahan di Lapas Ciamis,” ujarnya.

Dari jaringan mana EK ini? “Pelaku (EK) ini termasuk jaringan narkotika ini berasal dari luar Jawa Barat dan sampai saat ini kami masih menyelidiki apakah ada keterkaitan dengan jaringan Internasional tidaknya, “ tegasnya.

Sepak terjang EK, kata Ricky, sangat profesional. Itu bisa dilihat dari latar belakang dia yang bukan seorang residivis. EK juga tidak memiliki latar belakang dari keluarga pengedar narkotika. “Dalam hal ini yang bersangkutan adalah berlatar belakang pribadi yang cukup baik menurut pergaulan lingkungannya dan keluarganya,” ujarnya.

Ricky mengakui bahwa tersangka EK sangat lihai. Dia profesional mengedarkan narkotika sempat memiliki beberapa anak buah.

Komunikasi antara pengedar narkoba, kata Ricky, menggunakan sandi. Tersangka EK sangat menguasai medan dan mampu mengelabui petugas di lapangan. “Kami akui beberapa kali kami mengalami kesulitan untuk menjerat pelaku ini karena jika salah dalam menyebutkan sandi maka dipastikan tidak berhasil,” jelasnya. Namun demikian, BNN tidak menyebutkan sandi tersebut.

Penangkapan EK membuktikan bahwa Ciamis masuk dalam wilayah peredaran narkoba di Priangan Timur. Kini, BNN Ciamis memiliki peta kerawanan narkoba. “Kami memiliki peta kerawanan di wilayah Ciamis dan salah satu pengungkapan itu adalah masuk dalam peta kerawanan kami karena di situlah tempat mereka menjalankan operasinya,” ujarnya.

Ricky mengimbau agar pemerintah setempat bersama-sama dengan BNN untuk menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. “Karena pelaku narkoba bisa melakukan apa saja, di mana saja dan kapan saja yang penting bagi mereka jualan mereka laku. Tidak peduli dengan korban yang berjatuhan sehingga yang rugi adalah kita warga Ciamis,” kata dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.