Polisi Beberkan Percakapan Sebelum Terjadi Pembunuhan

Tersangka Sempat Mengalah

176

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Polres Ciamis merilis kronologi pembunuhan Kamin (48) warga Dusun Mekarsari RT 01/01 Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Dia dibunuh secara spontan oleh Dir (22) warga Dusun Papandayan RT 3/1 Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas. Keduanya sama-sama operator traktor.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pengakuan tersangka dan rekonstruksi, runutan kejadian terungkap lebih jelas. Percakapan korban dan tersangka sebelum terjadinya insiden berdarah itu dibeberkan secara rinci saat rekonstruksi hari Jumat (13/4).

Awalnya, pada hari Sabtu (7/4), tersangka mendengar informasi dari orang lain bahwa ada orang yang membajak lahan garapannya. Keesokan harinya, Minggu (8/4) sekitar pukul 07.00, tersangka melihat ada orang membajak sawah garapannya dengan traktor, tanpa konfirmasi dulu kepadanya.

Sekitar pukul 15.00, tersangka melihat traktor korban disimpan di sawah. Pukul 18.00, tersangka menyimpan traktornya di depan traktor korban. Tak lama kemudian, tersangka mendengar teriakan orang bertanya kepadanya. “Wooy, keur naon (wooy, lagi apa).” Tersangka menjawab “Teu aya nanaon (tidak ada apa-apa).”

Singkat cerita, korban mendekati tersangka. Sebaliknya, tersangka juga mendekati korban. Tersangka kemudian menanyakan sebab korban membajak sawah kelompok tani yang sudah jadi garapannya.

“Kunaon emang ngagarap lahan urang (mengapa saudara menggarap lahan saya).” Korban kemudian menjawab. “Bongan saha diliwat ku didinya teu di garap wae (salah siapa dilewat sama kamu, tidak di garap-garap).”

Tersangka menjawab lagi. “Pan can aya caian (kan belum ada airnya).” Korban menyanggah. “Pan aya caian (kan ada airnya).” Mendengar itu, tersangka mengalah dan berusaha memindahkan traktornya.

Namun, ketika hendak memindahkan traktor, korban mengejeknya dengan perkataan “Isukan mah di erok siga awewe didinya mah (besok mah pakai rok kaya perempuan kamu mah.” Kata-kata itu dilontarkan sambil mendorong tubuh tersangka.

Mendengar ejekan itu, tersangka diam. Dia langsung menarik golok di pinggangnya, kemudian disabetkan ke leher sebelah kiri korban. Akibatnya, korban terjatuh dengan mengeluarkan banyak darah.

“Selanjutnya, pelaku pergi ke rumah kakak pelaku dan berkata pelaku habis membacok orang dan minta diantar ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Hingga, akhirnya pelaku dibawa ke aparat desa dan pelaku dibawa ke Polsek Lakbok,” papar Bismo saat ekspos.
Menurut dia, tersangka telah mengakui semua perbuatannya.

Polisi pun hanya menerapkan Pasal 351 ayat 3 KHUP tentang Penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. Ancamannya, hukuman minimal 15 tahun penjara. (isr)

loading...