Tersisa Empat RS Belum Akreditasi

504
0
dr Hj Triwidhi Hastuti Puspitasari MARS, AAK Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya

TASIK – Dari tujuh rumah sakit di wilayah Garut-Tasikmalaya kini tersisa empat, yang belum tercatat lulus akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Keempatnya terancam putus hubungan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya dr Hj Triwidhi Hastuti Puspitasari MARS, AAK mengatakan pada Kamis (27/6), tiga rumah sakit di Kota Tasikmalaya mengonfirmasi telah ditetapkan KARS lulus akreditasi.

“Sore ini (kemarin, Red) kami menerima informasi bahwa tiga rumah sakit di Kota Tasikmalaya sudah ditetapkan lulus akreditasi,” tuturnya saat menghubungi Radar, kemarin.

Secara otomatis, kata dia, rumah sakit yang sudah lulus akreditasi dapat terus melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sementara, yang belum ditetapkan lulus sampai 30 Juni 2019 otomatis diputus kerjasamanya. “Untuk wilayah Kota Tasik yang belum mengantongi sertifikat akreditasi RSI Hj Siti Muniroh dan RSIA Widaningsih,” ucapnya.

“Salah satu rumah sakit memang menyatakan sanggup akreditasi itu di tahun mendatang. Meski pernyataannya itu tidak secara formal atau tertulis,” sambung Widhi.

Sementara di luar Kota Tasikmalaya yakni RSIA Respati Kabupaten Tasikmalaya dan RS Annisa Queen, pihaknya belum mendapat informasi kaitan akreditasi yang harus dipenuhi. Padahal, pihaknya sudah berulang kali mengirim surat terhadap empat rumah sakit yang terancam diputus kerjasama. “Termasuk kami intens dengan Dinas Kesehatan masing-masing daerah berkaitan hal ini. Tadi pun pagi-pagi juga sudah pertemuan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dari 19 fasilitas kesehatan (faskes) rujukan tingkat lanjutan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, tujuh diantaranya terancam diputus. Itu karena mereka belum mengantongi sertifikat akreditasi rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya dr Hj Triwidi Hastuti Puspitasari MARS, AAK menyebut dari 19 faskes di wilayah Garut-Tasikmalaya, 17 diantaranya merupakan rumah sakit, 1 balai dan 1 unit klinik utama. Sementara, balai dan klinik utama belum diwajibkan akreditasi sebagai syarat mutlak kerja sama dengan BPJS.

“Sementara untuk rumah sakit, itu harus memiliki izin operasional dan terakreditasi yang diuji Komite Akreditasi Rumah Sakit,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/6).

Dari 17 rumah sakit tersebut, kata dia, 10 diantaranya sudah terakreditasi. Sementara, 7 lagi belum terakreditasi. Di wilayah Kota Tasikmalaya terdapat lima rumah sakit yang terancam kerja samanya diputus. Yaitu Rumah Sakit Permata Bunda, RS Prasetya Bunda, RSI Siti Muniroh, RSIA Bunda Aisyah dan RSIA Widaningsih. Sedangkan di Kabupaten Tasikmalaya ada RSIA Respati dan di Kabupaten Garut yaitu RS Annisa Queen.

“Lima diantaranya (rumah sakit, Red) di Kota Tasikmalaya, akhir tahun lalu oleh Kementerian Kesehatan mereka mendapat rekomendasi, kemudahan supaya dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tutur Widhi.

“Lima rumah sakit itu diberikan waktu maksimal 30 Juni harus sudah akreditasi. Kelimanya, sudah berkomitmen dengan Dirjen Layanan Kesehatan Kemenkes bahwa pada 30 Juni akreditasi sudah selesai dan ditetapkan lulus,” terangnya melanjutkan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.