Tersisa Tinggal 2,9 Juta Penduduk

22
ilustrasi

Arus perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) jelang coblosan menunjukkan progres positif. Dalam dua pekan terakhir, terjadi lonjakan. Di mana lebih dari 500 ribu orang melakukan perekaman e-KTP di berbagai wilayah di Indonesia.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah mengatakan berdasarkan rekapitulasi per 10 April 2019, angka perekaman sudah mencapai 98,5 persen dari total wajib e-KTP sebesar 189 juta. “Penduduk yang belum merekam tinggal 1,5 persen atau sekitar 2,9 juta,” ujarnya Minggu (14/4).

Dalam rekapitulasi data sebelumnya, hingga akhir Maret 2019, jumlah penduduk yang belum merekam di angka 3,42 juta jiwa atau 1,78 persen. Tren peningkatan sendiri sudah terjadi sejak awal tahun 2019. Bahkan dalam kurun waktu Februari hingga Maret, jumlah perekaman mencapai 1 juta jiwa.

Zudan menuturkan dalam dua hari ke depan, pihaknya sudah mempersiapkan jajaran dinas dukcapil di seluruh kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri. Guna mengantisipasi lonjakan angka perekaman e-KTP, mengingat perekaman e-KTP menjadi syarat wajib bagi masyarakat menggunakan hak pilih.

Persiapan yang dilakukan, kata dia, yakni mempersiapkan sistem semaksimal mungkin. “Jaringan kita full-kan, tim aplikasi rekam cetak e-KTP siaga penuh 1000 persen sampai dengan hari H coblosan,” imbuhnya.

Zudan mengajak masyarakat memanfaatkan waktu yang tersisa melakukan perekaman guna menyelamatkan hak suara. Dia menjamin, jajarannya akan memberikan pelayanan maksimal. “Sesuai putusan MK bila tidak mau merekam ya harus legowo kehilangan hak pilih,” tuturnya. (ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.