Tertarik Program Kerja Azies-Haris di Pilbup Tasik, Agustiana Ikut Tangani Pandemi

113
0
istimewa. SILATURAHMI. Juru bicara Azies Rismaya Mahpud, Nandang Suherman dan Ustaz Iri bersilaturahmi dengan warga Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11).
istimewa. SILATURAHMI. Juru bicara Azies Rismaya Mahpud, Nandang Suherman dan Ustaz Iri bersilaturahmi dengan warga Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11).
Loading...

TASIK – Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya mendoakan dan siap memenangkan pasangan Azies Rismaya Mahpud-Haris Sanjaya di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020.

Untuk itu, mereka berkonsolidasi dalam upaya pemenangan tersebut di Desa Cidugaleun bersama Juru Bicara Azies Rismaya Mahpud, Nandang Suherman dan Ustaz Iri Syamsuri.

“Simpul masyarakat di wilayah ini tertarik dengan rencana program Azies-Haris ketika memimpin. Berkaca dari visi misi yang tidak muluk-muluk, mengedepankan pemerataan pembangunan di segala sektor,” ujarnya kepada Radar, Rabu (25/11).

“Bacaan dari para tokoh, di wilayah ini banyak potensi yang tidak tergarap pemerintah. Di tangan Pak Azies, mereka optimis semua potensi bisa dikembangkan sehingga berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat,” tutur Ustaz Iri menambahkan.

Dia menceritakan potensi wisata, agribisnis yang ada di Cigalontang selama ini tidak diimbangi dengan fasilitas infrastruktur yang memadai. Padahal, apabila dikelola dengan baik, tentu bisa menjadikan wilayah tersebut semakin maju dan masyarakatnya memiliki daya saing.

Loading...

“Minimal orang asal sini tidak perlu keluar desa untuk sekadar cari penghidupan. Potensi di sini cukup menarik. Di mata wirausahawan sesukses Pak Azies, masyarakat percaya bisa diberdayakan seluas mungkin,” ungkap dia.

Tidak hanya di Cidugaleun, tim jubir pun maraton menghadiri undangan serupa di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Di sana mereka berdiskusi tentang langkah suksesi dalam memenangkan pasangan nomor urut satu, di masa pencoblosan mendatang.

“Isu-isu yang selama ini dihembuskan pihak tertentu sudah terbantahkan. Masyarakat saat ini semakin percaya, bahwa pemimpin ideal untuk 5 tahun ke depan itu ada di pundak Pak Azies dan Pak Haris, yang bisa menjembatani keluh kesah masyarakat,” paparnya.

Turut Tangani Pandemi
Sementara itu, Ketua Relawan Pemenangan Azies-Haris, Agustiana mengatakan kecurigaannya berdasarkan atas penilaian terhadap ketidaklayakan dan kepatutan dalam pengalokasian anggaran belanja penanganan Covid-19.

Dimana, Kabupaten Tasikmalaya mengalokasikan lebih besar dibanding daerah sekitarnya seperti Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar dan Pangandaran.

“Anggaran paling besar, tetapi bentuk kegiatannya dibanding daerah-daerah lain justru paling pasif. Yang nampak kerja berjibaku urusan corona hanya terlihat TNI dan Polres saja,” kata dia melalui rilis yang diterima Radar, Rabu (25/11).

Kecurigaan mereka semakin me­nguat, lanjut dia, pada proses berikutnya ketahuan setelah adanya pencairan. Anggaran tersebut selalu dikaitkan secara telanjang dengan kampanye pemenangan atas pencalonan petahana.

“Kemu­dian, ditetapkannya Kabupaten Tasik­malaya sebagai zona merah, sementara wilayah lain yang juga alami pandemi, tidak di zona yang sama. Ini semakin mengindikasikan kecurigaan masyarakat. mohon bisa direspons provinsi maupun pusat,” harap Agustiana.

Lebih jauhnya, mereka meminta KPK, BPK dan Kejagung serta Mabes Polri memeriksa dan menelusuri dugaan penyelewengan penggunaan serta pengalokasian anggaran terkait dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

Selaku penanggung jawab tim pendukung Azies-Haris, kata dia, dimana segala bentuk kegiatan timnya dalam berkampanye menggariskan aturan atau syarat mutlak yang tidak boleh dilanggar.

“Yakni didasarkan terhadap prinsip-prinsip keimanan kepada Tuhan. Tanggungjawab keselamatan rakyat, dalam melaksanakan ideologi Pancasila, UUD 1945,” katanya.

Pihaknya turut serta berjuang menyelamatkan masyarakat dari wabah Covid-19, sama pentingnya dengan memenangkan pasangan nomor urut satu, H Azies Rismaya Mahpud dan H Haris Sanjaya. Apabila tim diam saja, tidak mau bekerja dan berbuat dalam menyelamatkan rakyat dari ancaman Covid-19, secara moral mereka mengalami kekalahan substansial.

“Terkait dengan hak masyarakat akan kesehatan, dengan ditetapkannya Kabupaten Tasikmalaya oleh Pemprov Jawa Barat sebagai zona merah, kami memerintahkan semua tim kerja pemenangan Azies-Haris, mengarahkan program kegiatan gerakan penyelamatan masyarakat dari ancaman Covid-19,” papar Agustiana.

Di sisi lain menyelamatkan masyarakat, pihaknya menenggarai adanya anggaran kegiatan penanganan Covid-19 yang tidak tepat sasaran. Di mana pada tahapan penanggulangan Covid-19, tidak didasarkan demi menyelamatkan masyarakat, tetapi pemenangan kandidat.

“Dalam bentuk penyelundupan hukum dan praktik money politics. Maka dari itu, tim kami instruksikan untuk menyelamatkan masyarakat dari pandemi,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.