Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.1%

7.2%

70.7%

Terungkap, Alfin Tusuk Syekh Ali Jaber Karena Ini..

678
0
Syeh Ali Jaber saat mendapat perawatan. istimewa

JAKARTA – Terungkap Motif Alfin Andrian menikam atau menusuk Syekh Ali Jaber yang sedang memberikan tausiah, Minggu (13/9) lalu di Lampung.

Pemuda 24 tahun itu mengaku nekat menusuk Syeh Ali JAber lantaran selalu terbayang dan terbebani dengan tayangan ceramah Syeh Ali Jaber di televisi.

Melansir pojoksatu, Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Selasa (15/9). “Itu motifnya,” ujarnya kepada wartawan.

Terkait pengakuan orangtua Alfin yang bersikukuh, bahwa Alfin mengidap gangguan kejiwaan, tak sepenuhnya dipercaya oleh penyidik.

Sebab, pernyataan bapaknya itu, dibutuhkan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut oleh dokter kejiwaan. “Itu harus dilakukan pembuktian,” ungkap Pandra.

Untuk membuktikan bahwa Alfin mengalami gangguan jiwa, pihaknya akan menghadirkan saksi ahli dari Rumah Sakit Jiwa Lampung dan tim dokter dari Mabes Polri.

“Kita on the track. Saksi ahli akan dihadirkan. Hasilnya menunggu 14 hari,” jelasnya.

Sambil nunggu kepastian tim dokter, kata Pandra, pihaknya tetap akan melanjutkan proses pidana terhadap Alfin Andrian. “Secara pidana, tetap harus dipertangungjawabkan,” tegasnya.

Dalam gelar perkara, sambung Pandra, penyidik akhirnya menjerat Alfin Andrian dengan pasal berlapis.

Ditambah dengan pemeriksaan terhadap tersangka, saksi korban dan sejumlah saksi lain di lokasi kejadian.

“Dengan pemeriksaan tersebut, tersangka patut diduga melakukan penusukan dengan ancaman hukuman kurungan penjara lebih dari lima tahun,” ujar Pandra.

Alfin diduga melanggar Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 juncto 351 subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 53 KUHP.

Ia juga dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Pandra menjelaskan, penerapan pasal berlapis itu agar pelaku bisa mempertanggungjawabkan di muka hukum.

“Pasal berlapis diterapkan agar tidak ada lagi celah terhadap tersangka. Itu yang dilakukan,” tegas Pandra.

Pandra menambahkan, saat ini tersangka dalam keadaan sehat dan dilakukan penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Penyidik sampai saat ini tengah bekerja cepat untuk menyelesaikan berkas perkara agar segera selesai dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pelaku secara hukum.

”Kami usahakan agar cepat selesai dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Pandra.

“Mulai saat itu dilakukan penahanan oleh penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung,” sambungnya.

Pandra juga memastikan, proses pidana terhadap Alfin Andrian tetap berlanjut dan harus dipertanggungjawabkan oleh tersangka.

“Unsurnya sudah terpenuhi. Adanya niat, kesempatan, suatu tindakan yang mengakibatkan orang mengalami luka dan dapat mengancam jiwanya,” urai Pandra.

Lebih lanjut Pandra mengatakan, seluruh unsur kepolisian akan dilibatkan dalam penanganan kasus tersebut.

“Semua unsur kepolisian pasti akan dilibatkan,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.