Terus Bertambah, 7 Warga Kota Banjar Positif Covid-19

53
0
Loading...

BANJAR – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar terus terjadi. Berdasarkan data, kemarin terjadi penambahan sebanyak tujuh orang. Jumlah tersebut menambah deretan pasien yang diisolasi khusus dan isolasi mandiri menjadi 83 orang.

“Kasus ini hasil swab test yang dilaksanakan melalui tracking kontak erat dari orang sebelumnya yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha, Jumat (1/1).

Tujuh orang terkonfirmasi positif itu di antaranya perempuan berinisial E (62 tahun). Kemudian NM perempuan (46), NR perempuan (15). Kemudian laki-laki berinisial M (80), RA laki-laki (8), AS laki-laki (45), ZA laki-laki (21). “Semua berasal dari Balokang Kecamatan Banjar,” tegas Agus.

Ia khawatir penambahan tersebut merupakan awal dari serangan ketiga Covid-19 yang diprediksinya pada momen Natal dan Tahun Baru 2021. Sebelumnya ia memprediksi momen libur Natal dan Tahun Baru akan menjadi serangan ketiga Covid-19 menginfeksi manusia. Jika, masyarakat masih kendor dalam mmenerapkan protokol kesehatan.

Terlebih kata dia, ada hari libur yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pulang kampung, berlibur, mengunjungi tempat keramaian seperti tempat perbelanjaan dan lokasi wisata.

loading...

“Maka dari itu kita buat aturan supaya khusus ASN tidak boleh liburan dan mudik, diam di rumah saja. Virus ini ada, bisa menginfeksi kapan saja dan dimana saja,” kata dia.

Pihaknya akan mengevaluasi hasil sebaran virus Covid-19 pasca Natal dan Tahun Baru pada 10 Januari 2021. Apakah akan ada tren peningkatan jumlah positif yang lebih tinggi atau tidak. “Apakah kita akan terhindar dari serangan ketiga pada momen libur panjang ini,” katanya.

Baca juga : Kota Banjar Belum Punya Rapid Test Antigen

Anggaran Vaksin Tunggu Pusat
Sementara itu, Sekretaris Badan Keuangan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPPKAD) Heri Sapari mengatakan anggaran penanganan Covid-19 dalam persiapan vaksinasi masih menunggu aturan dari pusat.

“Anggaran yang disiapkan untuk mendukungan vaksin Covid-19 belum ditetapkan karena belum ada aturannya dari pusat. Kita juga belum mengetahui berapa banyak kuota vaksin yang akan kita dapat untuk Kota Banjar,” kata Heri, Jumat (1/1).

Ia menjelaskan vaksin untuk menangani Covid-19 diberikan pemerintah pusat dan didanai dari APBN. Namun jika kuotanya kurang atau jumlah vaksin yang didapatkan Kota Banjar kurang, ada kemungkinan untuk pengadaan sendiri dari APBD.

“Kita lihat nanti jumlah vaksin yang kita dapatkan berapa, nanti disesuaikan dengan kebutuhan dan bisa saja dianggarkan dari APBD kita untuk pengadaan kekurangannya,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Banjar Tri Pamuji Rudianto menyampaikan kemungkinan biaya yang dibutuhkan untuk vaksin adalah honorarium tenaga medis dan operasionalnya. Jika dilihat dari dasar itu, kemungkinan untuk anggaran di-refocusing tahun ini tidak sebesar tahun 2020.

“Kalau tidak ada pengadaan vaksin tambahan bisa saja anggaran refocusing itu kecil. Kita berharapnya demikian, supaya program-program lainnya yang tidak berjalan di tahun 2020 bisa dilaksanakan di tahun ini,” ungkapnya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.