Terus Diguyur Hujan, Ruas Jalan Sukanagara-Pagelaran Amblas, Mobil Besar Tak Bisa Melintas

28
Ruas jalan Sukanaraga menuju Pagelaran ambruk akibat diguyur hujan terus menerus. Sehingga mobil besar tak bisa melintas. Radar Cianjur

CIANJUR – Kendaraan super jumbo kini tak bisa melintasi di jalur Sukanaraga menuju Pagelaran. Akses jalan di kawasan itu amblas, memakan setengah badan jalan. Itu seiring banjir besar yang diiringi longsor.

Ambruknya akses jalan utama menuju Cianjur Selatan tersebut terjadi sekitar pukul 23:00 WIB, akibat diguyur hujan terus menerus. Sehingga air menggerus dinding tebing penopang jalan, akhirnya ambrol.

Ruas jalan itu adalah Jalan Provinsi, akses menuju Sukanagara-Pagelaran. Panjang ambrolan jalan itu sekitar 15 meter dengan kedalaman longsoran sekitar 25 hingga 50 meter. Hampir setengah jalan.

Sejumlah kendaraan pun terpaksa harus bergiliran untuk melintas yakni dengan sistem buka tutup. Jalan yang ambrol itu tepatnya di Kampung Cibogo, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara.

Kepala BPBD Cianjur, Dody Permadi mengatakan, saat ini sedang dilakukan penanganan sementara. Dia mengingatakan, kondisi di kawasan itu masih rentan longsor.

“Kita sudah bergerak dan kini sedang terus melakukan pendataan, terutama bila berkendaraan malam hari,” katanya.

Apalagi, akses jalannya masih banyak bukit dan hutan yang sudah gundul. Saat ini hujan terus menurus. Kondisi jalan juga licin, jadi harus extra hati-hati.

Budi (40) salah seorang warga setempat mengatakan, posisinya yaitu jika ke Kecamatan Sukanagara sekitar 10 kilometer begitu sebaliknya jika hendak penempuh ke Kecamatan Pagelaran.

“Kondisinya ambrolnya hanya cukup untuk satu mobil, sepertinya kalau truk besar atau tronton dan mobil besar lainnya tak bisa masuk. Jadi harus antri dulu dan gantian, karena melihat longsornya tebing penopang jalan hingga setengah badan jalan mengalami amblas,” ujarnya kepada Radar Cianjur(Pojoksatu.id Group), Kamis (21/03/2019).

Budi menambahkan, kalau mobil ukuran kecil bisa masuk dan motor. Memang kondisi sepanjang jalur utama itu adalah hutan yang sudah gundul.

“Kami berharap segera ada respon dari Pemkab Cianjur melalui dinas terkait,” pungkasnya.

(RC/mat/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.