Terus Ingatkan Warga Kota Banjar Soal Penerapan Prokes

28
0
MENGIMBAU. Wali kota sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengingatkan santriwati Ponpes Al Huda di Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman menjaga dan patuh protokol kesehatan. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
MENGIMBAU. Wali kota sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengingatkan santriwati Ponpes Al Huda di Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman menjaga dan patuh protokol kesehatan. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar mencapai 254 orang. Menyikapi itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih bersama tim terus bergerak menyadarkan masyarakat agar disiplin dan sadar melaksanakan protokol kesehatan.

“Ibu (Hj Ade Uu Sukaesih menyebut dirinya, Red) minta agar protokol kesehatan harus dilaksanakan dan dijaga. Jangan sampai abai,” kata dia kepada santriwari Al Huda di Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman, Jumat (18/12).

Dia menyebut saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Begitu juga pasien yang meninggal dunia, yang bertambah menjadi delapan orang. “Maka dari itu jangan sekali-sekali abai prokes,” kata dia.

Masyarakat harus tetap membiasakan menerapkan protokol kesehatan atau 3 M. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Itu saja sebenarnya, tidak lebih. Jika ada yang sakit, tolong hindari apalagi yang sepuh. Karena (sepuh) sangat rentan terpapar dari mereka yang OTG (tanpa gejala, Red), ini yang perlu diwaspadai. Sehat tapi bisa menularkan,” kata dia.

Loading...

Baca juga : Wali Kota Banjar Ajak Pramuka Jadi Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono mengatakan pemerintah desa tak henti-hentinya menyadarkan masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar terhindar dari paparan virus corona.

“Ya meski ada yang terpapar virus corona satu orang, padahal yang bersangkutan tidak pernah kemana-mana, anehnya,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya optimis akan mengembalikan kembali wilayahnya menjadi zona hijau. Karena masyarakat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Mudah-mudahan saja, kita yakin dan terus jaga prokes,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.