Legislator, DPRD Kota Tasikmalaya

Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

109
0
H ENJANG BILAWINI SH SHI
Loading...

Nama H Enjang Bilawini SH SHI bukanlah anggota baru di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya. Hampir tiga periode, Enjang mengabdi kepada masyarakat. Sejak periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019.

Selama menjalankan tugasnya, pria yang lahir tahun 1964 ini selalu menjunjung tinggi silaturahmi. Bagi Enjang, bersilaturahmi bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik antara dirinya dan masyarakat.

“Silaturahmi merupakan kunci yang paling penting. Masyarakat kita ini sangat baik, dengan selalu kita sapa saja, mereka sangat senang. Apalagi bila aspirasi mereka kita sampaikan kepada pemerintah dan kita perjuangkan,” tuturnya saat berbincang dengan Radar, di sela-sela aktivitasnya, akhir pekan lalu.

Menyapa masyarakat itu, lanjut Enjang, harus dalam berbagai suasana, dalam berbagai kondisi, sehingga masyarakat mampu merasakan keberadaan wakilnya.

Tidak berbeda jauh dengan aspirasi-aspirasi yang disampaikan kepada anggota DPRD lainnya, Enjang pun kerap menerima aspirasi dari masyarakat yang bersifat pembangunan fisik maupun non fisik.

Loading...

Untuk pembangunan fisik, kata dia, banyak yang sudah dibangun di wilayah Kota Tasikmalaya secara umum, maupun di wilayah Mangkubumi dan Kawalu sebagai daerah pengkhidmatan bagi Enjang.

“Pembangunan fisik yang sudah kami perjuangan bersama-sama di DPRD, diantaranya pembangunan sarana pendidikan, keagamaan, infrastruktur dan pembangunan fisik lainnya, yang kalau disebutkan satu per satu sudah banyak sekali,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Tasikmalaya periode 2004-2009 ini.

Salah satu infrastruktur pendidikan yang diperjuangkan bersama-sama seluruh masyarakat, tutur Enjang, salah satunya pendirian SMAN 10 Kota Tasikmalaya.

Selain itu juga pembangunan-pembangunan sarana kesehatan seperti puskesmas, bangunan kelurahan, jalan-jalan lingkungan, yang saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Saat ini, Enjang merupakan Wa­kil Ketua Komisi I DPRD Kota Tasik­malaya. Sudah hampir dua pe­riode menduduki posisi wakil ketua yang membidangi hukum dan pemerintahan. Menurutnya, ba­nyak saran dan masukan sudah disam­paikannya, terutama berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPRD.

Dalam bidang legislasi, lanjut Enjang, selain produktif membahas perda yang memang diajukan dari pihak eksekutif maupun inisiatif DPRD, dirinya pun kerap mendorong agar Pemerintah Kota Tasik mulai melakukan inventarisir terhadap peraturan-peraturan daerah yang sekiranya sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Dari sekian ratus peraturan daerah yang sudah dibuat, tentunya ada perda-perda yang sudah tidak sesuai lagi. Artinya pemerintah harus menginventarisir mana saja perda yang sudah tidak sesuai karena memang sudah ada peraturan baru di atasnya, maupun perda yang memang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Selain menginventarisir peraturan daerah yang sudah dibuat, Enjang pun memberikan masukan agar pengawasan pelaksanaan perda-perda tersebut bisa diperkuat. Sehingga perda yang sudah dihasilkan tidak hanya tersimpan begitu saja, akan tetapi bisa diterapkan di masyarakat.

Dalam tufoksi penganggaran, kata Enjang, dari tahun ke tahun secara aspek kuantitas, anggaran Kota Tasikmalaya memang terus mengalami peningkatan. Namun demikian, kenaikan anggaran yang ada, belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Kota Tasik.

Maka dari itu, dalam melakukan penganggaran tetap mengacu pada peningkatan Indeks Prestasi Manusia (IPM). Karena IPM inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan.

“Anggaran kita saat ini berada di angka satu koma enam triliunan. Betul ada kenaikan, tapi kebutuhannya juga terus naik. Baik itu kebutuhan infrastruktur dan non infrastruktur. Ibaratnya seperti taplak meja, yang bila di tarik ke kanan maka yang kiri tidak tertutup. Ditarik ke kiri yang kanan tidak tertutup. Ibarat itu lah kondisi anggaran Kota Tasik saat ini. Artinya pemerintah kota dan DPRD harus punya skala prioritas dalam melakukan penyusunan anggaran,” jelas suami dari Hj Euis Nurleni SPd, ini.

Selain itu, tutur Enjang, kondisi anggaran Kota Tasik pun masih bergantung terhadap aliran anggaran dari pemerintah pusat. Belum bisa mandiri seperti beberapa kota lain.

Sehingga ke depan perlu mengembangkan potensi-potensi yang memang bisa menyumbang terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tasik.

“Namun potensi yang kita gali untuk PAD ini, jangan sampai memberatkan masyarakat. Potensi kita banyak, tapi penggalian kita yang belum maksimal. Harus jeli dalam mengelola potensi PAD,” tegasnya.

Selain legislasi dan penganggaran, DPRD memiliki tufoksi pengawasan. Pihak eksekutif sebagai mitra kerja, tutur Enjang, harus mau terbuka dalam menerima setiap saran dan masukan dari DPRD.

Pasalnya, sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, DPRD hanya melakukan pengawasan secara kebijakan. Sedangkan pelaksanaan dan pengawasan teknis merupakan ranah dari pihak eksekutif.

“Hakekatnya eksekutif dalam bekerja itu ialah melaksanakan peraturan daerah yang sudah dibuat. Sehingga dalam pengawasan yang kita lakukan pun berkaitan dengan hal-hal tersebut. Mana saja perda yang sudah dibuat, mana yang sudah dilaksanakan, mana yang belum bisa dilaksanakan. Jangan sungkan-sungkan kalau ada masukan dari DPRD, karena memang itu tugas dari kami di DPRD,” tandasnya.

Melihat kondisi Kota Tasik saat ini, Enjang mengakui bila kemajuan sangat terasa di mana-mana. Jalan-jalan sudah bagus, akses transportasi juga bertambah. Bandara sudah berfungsi, sehingga Kota Tasik layak bersaing dengan daerah lain.

“Kemajuan ini pun harus diimbangi oleh kesiapan masyarakatnya, kalau kita ingin menjadi daerah termaju di Pringan Timur maka harus diimbangi kesiapan mental, kesiapan psikologi masyarakat juga kesiapan pemerintahnya juga harus siap. Dan kemajuannya itu harus dalam semua bidang, pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakatnya juga harus maju,” tegasnya.

Ke depan, Enjang berharap, dengan kemajuan yang tumbuh terus di Kota Tasik, maka seluruh masyarakat akan jauh lebih baik lagi. Dari segi jasmani, rohani, moral dan kesejahteraannya. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.