Tes CPNS Dinilai Tak Fair

8
KOMPAK. Para honorer K2 Kabupaten Pangandaran usai melakukan pertemuan tertutup usai membahas CPNS 2018.

PANGANDARAN – Menjelang pembukaan tes CPNS 2018, Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kabupaten Pangandaran meminta pemerintah mengangkat tenaga honorer K2 secara otomatis menjadi CPNS.

Ketua KTSI Kabupaten Pangandaran Nurhidayat  mengatakan pihaknya sama sekali tidak menolak tes CPNS untuk umum, namun alangkah baiknya jika pemerintah lebih memprioritaskan tenaga honorer K2. “Ya harus prioritaskan mereka  yang sudah lama mengabdi, kita tidak menentang tes untuk umum, tapi harus ada skala prioritas bagi sukwan yang sudah lama mengabdi,” jelasnya kepada Radar, Senin (17/9).

Ia mengaku sangat kecewa ketika mendengar ada batasan usia bagi honorer K2 yang akan ikut tes CPNS. Ditambah syarat ijazah yang harus keluaran tahun 2013. “Kalau yang tes secara online untuk umum, ya sah sah saja.  Tapi kalau untuk honorer K2, tesnya sudah dilaksanakan dengan bentuk pengabdian yang cukup lama,” ujarnya.

Para honorer K2 ini, lanjut dia,  melakukan tugas dengan baik selama mereka mengabdi, dalam memberikan laporan, mengajar dan lain-lain. ”Jadi mereka itu sudah terasah, sudah terbukti, cukup menjadi syarat mereka untuk diangkat jadi PNS,” jelasnya.

Menurutnya, sangat tidak fair jika usaha mereka untuk menjadi PNS berhenti karena tes yang dilaksanakan hanya dalam satu hari. “Padahal pengabdian mereka bisa dijadikan skala nilai untuk jadi PNS,” terangnya.

Ia berharap pemerintah pusat bisa mengeluarkan kepres mengenai pengangkatan honorer K2 jadi PNS. ”Saya kira itu keputusan yang bijak dari pemerintah dan berharap pemkab juga ikut mendukung,” tegasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.