Tes CPNS Tak Hargai Honorer K2

23
AUDIENSI. Perwakilan Paguyuban Honorer K2 Kabupaten Ciamis beraudiensi di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM ), Rabu (12/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Paguyuban Honorer Kategori Dua (K2) Kabupaten Ciamis beraudiensi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Rabu (12/9) sekitar pukul 10.00. Mereka menolak pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk honorer K2.

Ketua Paguyuban Honorer K2 Kabupaten Ciamis Any Radiani menyatakan rencana penyelenggaraan tes CPNS saat ini seolah tidak menghargai keberadaan honorer K2. Apalagi ada aturan pembatasan usia yakni 35 tahun ke bawah.

“Pemilihan presiden juga tidak dibatasi usia. Masa honorer K2 dibatasi. Kalau begitu kan kita disekat-sekat,” jelas Any usai audiensi di Aula BKPSDM Ciamis kemarin.

Menurut dia, sejauh ini pemerintah tidak memperhatikan honorer K2. Tak pernah ada insentif dari pemerintah. Padahal, sudah bekerja bertahun-tahun.

“Kalau memang Honorer K2 perlu pernyataan tanda tangan hitam di atas putih menolak tes CPNS siap melakukan dan akan diserahkan kepada pemangku kebijakan di Ciamis,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, kata dia, sejak beberapa tahun tidak lagi mengangkat CPNS. Sementara yang pensiun banyak.

Saat ini, pemkab membutuhkan sekitar 4.000 PNS. Jumlah honorer K2 yang ada saat ini sebanyak 1.136. Namun, yang terakomodir hanya 72 orang karena usianya di bawah 35 tahun.

Bagaimana nasib honorer lainnya? Padahal, sudah mengabdi lebih dari 25 tahun. “Pada dasarnya kami yang usianya sudah tua-tua. Sedangkan testing tidak bisa. Bahkan dikasih insentif tidak,” kata dia.

Any menegaskan bila tidak ada respons yang baik dari pemerintah, pihaknya akan melaksanakan rapat kerja daerah (rakerda) dan rapat kerja nasional (rakernas) sebelum tanggal 19 September.

“Bila tidak ada jawaban serta tidak ada respons tanggapan kami yang disampaikan ke BKPSDM akan melakukan aksi besar-besaran baik daerah atau ke pusat sekalipun,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai BKPSDM Kabupaten Ciamis Ihsan Rasyad AKS MM menerangkan pembatasan usia 35 tahun itu merupakan visi pemerintah pusat yang ingin menjadikan aparatur sipil negara (ASN) berkelas dunia. Sehingga rekrutmen ini harus memenuhi kebutuhan persaingan global.

Rekrutmen CPNS itu, terang dia, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018.

“Rekrutmen ini kebijakan pusat. Kita juga tetap harus mengikuti instruksi pusat,” jelas Ihsan.

Saat ini, terang dia, pemerintah pusat masih menggodok PP tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). PP ini bisa mengakomodir honorer K2.

“Kami juga BKPSDM tidak bisa berbuat banyak. Kalau bikin kebijakan lokal juga harus disesuaikan dengan regulasi lain-lainnya,” ucapnya.

Ihsan menghargai rencana peno­lakan tes CPNS dari honorer K2. Pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pusat. Adapun jumlah honorer K2 yang tercatat awalnya mencapai 1.152.

Setelah diverifikasi kembali menjadi 1.136. Berkurangnya jumlah tersebut karena ada yang meninggal dan mengundurkan diri. Dari jumlah tersebut, setelah diseleksi, honorer K2 yang usianya di bawah 35 tahun ada sekitar 72 orang.

Kabupaten Ciamis memang membutuhkan sekitar 4.000 PNS untuk mengisi bidang pendidikan, kesehatan dan administrasi. Tiap tahun pihaknya selalu mengusulkan pengangkatan CPNS.

“Pemerintah daerah itu mau ada penerimaan CPNS atau tidak harus tetap dilaporkan,” papar dia. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.