Tes HIV/AIDs Jangan Jadi Syarat Menikah

14

PARIGI – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran Solehudin mendukung rencana pasangan yang hendak menikah dites HIV/AIDs.

“Kalau melakukan tes sebelum nikah saya setuju saja, karena itu dilakukan demi kesehatan dan pencegahan penyebaran virus HIV/AIDs, tapi jangan jadi salah satu syarat menikah,” jelasnya kepada Radar, Minggu (30/9).

Sebab apabila aturan itu dijadikan kearifan lokal, bisa menimbulkan berbagai tafsir.

”Bisa saja, ada anggapan bahwa persyaratan menikah di Pangandaran itu kesan menakutkan dan menjadi beban pisikologis si calon pasangan,” katanya.

Upaya Pemkab menekan penyebaran virus HIV/AIDs memang cukup baik.

”Tapi untuk Pemkab harus mengkaji dulu segala sesuatunya dengan matang, sebelum dibentuk suatu payung hukum berkaitan dengan pencegahan HIV/AIDs,” terangya.

Solehudin menyarankan dinas terkait bisa melakukan upaya preventif dengan menyelenggarakan program tes HIV/AIDs ke berbagai tempat.

”Bisa ke sekolah-sekolah, rumah-rumah, atau tempat vital lainnya. Meski akan menyerap anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Parigi Arif Hidayat (32), setuju jika ada aturan yang mengharuskan seseorang melakukan tes HIV/AIDs sebelum menikah.

”Setuju saja, daripada penyakitnya nanti tersebar,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.