Tetap Perhatikan RTH, Perwaskim Klaim Pohon Kelapa Plastik sebagai Aksesories

124
0
Loading...

TAWANG – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya menampik proyek penataan median Jalan HZ Mustofa tidak memperhatikan unsur kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Lampu median yang kini lebih dikenal sebagai pohon plastik, diklaim hanya sebatas aksesoris untuk melengkapi unsur estetika.

Kepala Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya, H Yono S Karso menjelaskan dalam pekerjaan proyek bernilai kontrak Rp 1,27 miliar itu memperhatikan tiga aspek. Yakni, aspek lingkungan, estetika dan dekorasi dibubuhkan.

Baca Juga : Silang Pendapat Dinas dan Konsultan, Yono; Tak Ada Pohon Trembesi dan Sansivera Temani Pohon Plastik
Baca Juga ; Heri : Pohon Plastik tak Ada Sisi Edukasi..!

Tidak semata mengutamakan sisi keindahan saja, tapi tetap mengutamakan pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH).

Maka, tumbuhan yang ditanam di lokasi tersebut menyesuaikan dengan ruang median yang tidak terlalu lebar.

loading...

Selain itu kepadatan kendaraan di Jalan HZ Mustofa terbilang tinggi.

Baca Juga ; Kisruh Pohon Plastik, Begini Saran Nanang Nurjamil untuk Sekda

“Dalam median kita menanam 110 pohon pucuk merah yang tingginya di atas 1 meter. Di samping itu juga ada tanaman perdu. Itu untuk memenuhi aspek lingkungannya,” jelas Yono saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/11).

Dari sisi estetika atau keindahannya, kata dia, dipasang delapan penerangan yang merupakan aksesoris selain air mancur.

Diharapkan dapat menambah keindahan di malam hari ketika pengendara melintas.

“Kami menyadari dan mohon pemakluman di penataan pada setiap 500 meter median jalan, ada pengadaan pohon kelapa plastik. Itu hiasan. Kan rasanya tidak semua ditanam pohon plastik. Rasio dibandingkan tanaman asli juga 110 banding 8. Artinya aspek lingkungan tetap diperhitungkan,” papar dia.

Dalam pelaksanaan proyek yang memakan waktu empat bulan itu sengaja ditanam pucuk merah supaya ketika tumbuh dapat dibentuk.

Mengingat kondisi eksisting median sebelumnya ditanami tumbuhan yang sebagiannya sudah berusia lanjut yang dikhawatirkan bisa menyebabkan gangguan lalu lintas.

“Pertimbangan kami, di samping ada fungsi penghijauan, ada juga fungsi dekorasinya maka dipilih konsep tersebut,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.