Tetap Siaga Antisipasi Kekeringan

35
ilustrasi

CIHIDEUNG – Meski hujan sudah mengguyur Kota Tasikmalaya selama dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya tetap berancang-ancang menanggulangi krisis air bersih.

Apalagi berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sudah memasuki kemarau.

Ketua Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar mengatakan dari surat edaran BMKG Stasiun Geofisika Klas 1 Bandung, tentang Informasi Prakiraan Curah Hujan dan Musim disebutkan bahwa wilayah Jawa Barat pada umumnya berada di musim kemarau antara April sampai dengan Oktober 2019.

“Pada kemarau kali ini diperkirakan tidak terdapat peristiwa gangguan cuaca atau iklim skala global. El Nino lemah hingga netral sampai akhir tahun,” tuturnya kepada Radar, Jumat (14/6).

Menurutnya, BPBD bersiap siaga menghadapi prediksi puncak kemarau pada Agustus-September 2019. Terutama terhadap potensi kekeringan dan bahaya kebakaran.

“Ada pun saat ini baru kembali hujan selama dua hari. Saat ini tetap sudah masuk musim kemarau,” terangnya.

Untuk itu, kata dia, pihak kecamatan mau pun kelurahan tetap diminta menyiapkan data tentang lokasi rawan langka air bersih. Dengan begitu, pihaknya dapat memetakan titik mana saja yang biasanya terjadi kerawanan air bersih, bahkan yang sudah mengalami kekeringan.

“Jadi tetap, di wilayah diharapkan bisa menyiapkan data sebagai acuan kami untuk terjun dan melaksanakan verifikasi. Sesuai anjuran BMKG kita harus siap siaga hadapi puncak kemarau,” kata Ucu.

Dia pun mengimbau masyarakat tetap menyiapkan antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satunya menghemat air bersih dan menyiapkan cadangan air. Meskipun hujan telah turun.

“Antisipasi tetap harus dilakukan juga oleh masyarakat. Sebelum benar-benar terjadi puncak kemarau,” imbaunya.

Koordinator Pusdalop PB BPBD Kota Tasikmalaya Harisman menyebut akibat hujan di dua hari terakhir ini, tidak berdampak terhadap hal yang tidak diinginkan.

“Kita tetap bersiaga saat hujan kemarin. Alhamdulillah tidak ada laporan atau kejadian apapun. Mengingat siaga darurat banjir dan longsor sudah berakhir 31 Mei lalu. Dan saat ini sudah mulai siaga kekeringan,” tandasnya. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.