Teten Masduki Kunjungi Kota Tasik, Pelaku Ekonomi Harus Adaptasi dengan New Normal

192
0

KOTA TASIK – Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan salah satu sektor yang paling terpukul dari adanya pandemi Covid-19.

Padahal sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97% dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 60%.

Karenanya, salah satu fokus pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah memulihkan sektor UMKM.

Dari total anggaran penanganan Covid-19 yang akan ditingkatkan menjadi Rp695,2 triliun, dukungan untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun.

Hal itu dikatakan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat melakukan pertemuan dengan para pelaku KUMKM di Hotel Horison Kota Tasikmalaya, Jumat (10/07) siang.

Kata dia, pihaknya mengumpulkan para pelaku KUMKM melalui pelatihan dalam rangka menggerakkan kembali roda perekonomian, percepatan pemulihan ekonomi pada tatanan kehidupan budaya baru (New Normal) serta percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Loading...

“Karena UMKM merupakan bagian terbesar dari masyarakt dengan komposisi mencapai 99 persen,” ujar Teten kepada radartasikmalaya.com usai pertemuan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Call Center KemenKopUKM, terang dia, terdapat 236.980 UMKM terdampak dengan permasalahan utama yang dihadapi adalah penjualan/permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, serta sulitnya bahan baku.

“Pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33%. Pemerintah sendiri telah mengumumkan lima skema untuk melindungi dan memulihkan UMKM pada saat pandemi COVID-19 ini,” bebernya.

“Kelima skema pemerintah tersebut mencangkup pemberian bantuan sosial (bansos) untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak COVID-19, insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit, perluasan modal kerja baru dan lain sebagainya,” sambungnya.

Jelas dia, untuk membantu sektor KUMKM agar bisa segera bangkit, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah stimulus untuk membantu dari sisi supply dan juga demand.

“Untuk KUMKM yang memiliki masalah cashflow, bantuan diberikan dalam bentuk insentif pajak, serta program relaksasi dan restrukturisasi kredit selama enam bulan. Ada juga pembiayaan baru yang dipermudah bagi UMKM yang membutuhkan,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.