Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

The Three Lions Ancam Boikot

7
0
twitter BERLATIH. Timnas Inggris menggelar latihan jelang laga melawan Ceko pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020, kemarin.

LONDON – Bertandang ke Republik Ceko, bagi Harry Kane dkk tak ada yang perlu ditakutkan. Soal kekuatan tim, Inggris masih diunggulkan. Bahkan tim besutan Gareth Southgate itu, sesumbar bisa memenangkan laga.

Inggris hanya mengkhawatirkan adanya bentrok suporter yang dipicu rasial. “Jika itu berlaku di Ceko, maka tegas kami katakan, kami akan keluar lapangan. Ini tidak bisa lagi ditoleransi. Kami kecam” ujar Tammy Abraham, kepada BBC, kemarin (9/10).

Para pemain The Three Lions—julukan Timnas Inggris, sambung Abraham, sejak awal memiliki sikap jelas dan berani melawan rasisme jika ini terjadi. “Tidak hanya keluar lapangan, kami juga siap keluar di kualifikasi Euro 2020. Kami tidak ingin peristiwa terjadi di Bulgaria terjadi pada kami,” katanya.

Ya, Inggris bakal melawat ke Ceko di Grup A pada Jumat (11/10) atau Sabtu (12/10) dini hari WIB. Sebelum bersua, tuan rumah Ceko sempat diingatkan oleh UEFA. Otoritas ini siap memberikan sanksi berupa penutupan stadion seperti yang terjadi pada Juni lalu di Bulgaria. “Jika itu terjadi pada salah satu dari kita, artinya menyakiti kami semua,” kata Abraham.

Kapten Inggris Harry Kane bahkan angkat bicara. Ia menegaskan tim tidak akan bisa bermain baik jika ada satu pemain yang terluka. Tak ada gunanya strategi yang diterapkan, jika situasi begitu mengganggu. “Kita semua keluar dari lapangan bersama, lihat saja, jika itu benar terjadi,” ucapnya.

Menanggapi ancaman yang disampaikan anak asuhnya, Gareth Southgate sepakat. Bahkan, ini official tim telah melakukan pertemuan membahas hal ini pada pekan lalu. “Senin (7/10) sudah dibahas hal ini. Jika boikot ini tidak diindahkan maka sasaran pelecehan rasis akan terus terjadi, berulang-ulang,” imbuhnya.

Pihaknya pun telah mengirimkan surat melalui protokol UEFA Eropa untuk masalah rasisme. Warning yang diberikan tidak hanya sebatas aksi, tapi pihaknya meminta wasit sejak awal memberikan penegasan sebelum peluit dibunyikan.

Sementara itu, Fikayo Tomori kepada Sky Sports mengatakan, UEFA harus memberikan sanksi tegas terkait hal ini. “Sebuah kewajaran bagi kami, jika negara lain memberlakukan hal itu. Kami hanya ingin memainkan bola secara sportif dan apa pun yang terjadi di tribun, kami hanya akan membiarkan pihak berwenang menghadapinya,” paparnya.

Untuk diketahui UEFA memberikan hukuman penutupan stadion nasional Bulgaria setelah perilaku rasis oleh suporter tuan rumah pada kualifikasi Euro 2020 saat bertemu Ceko dan Kosovo pada Juni lalu.

Inggris sendiri memiliki peluang besar untuk lolos, setelah berada di puncak grup dengan 12 poin dan akan lolos ke putaran final tahun depan jika mereka mengalahkan Ceko yang berada di posisi kedua. (fin/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.