Tiap Sore Warga Serbu Pusat Kota, Pemkab Garut Hentikan PSBB

101
0
MACET. Kendaraan yang melintas di Jalan Rumah Sakit terjebak macet, akibat volume kendaraan yang masuk wilayah perkotaan meningkat, kemarin (18/5).  Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Sehari menjelang berakhirnya pelaksanaan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sejumlah jalan protokol di wilayah perkotaan Garut terjadi kemacetan, Senin (18/5).

Ribuan kendaraan terlihat masuk ke wilayah pusat pertokoan di pusat kota Garut. Berdasarkan pantaun Rakyat Garut, meski beberapa ruas jalan menuju pusat perbelanjaan masih ditutup, tetapi banyak warga dan pengendara nekat menerobos.

Baca juga : Komplotan Maling Spesialis Toko di Wilayah Garut Diringkus Polisi

Bahkan banyak warga mengabaikan anjuran pemerintah terkait sosial dan physical distancing.

Agus Somantri, warga Desa Tarogong Kecamatan Tarogong Kidul, mengaku dirinya nekat berdesak-desakan dengan warga lain berbelanja keperluan lebaran. Dirinya pergi ke pusat kota hanya untuk membeli baju untuk anaknya.

“Sekarang mau lebaran, saya terpaksa ke kota untuk beli baju. Soalnya anak minta terus,” ujar Agus sambil membuka barikade Jalan Ahmad Yani yang ditutup.

Menurut dia, dirinya memilih membuka penghalang jalan, karena kalau melewati jalan yang lain itu harus memutar untuk sampai ke lokasi tujuannya.

Sehingga dirinya ikut dengan warga lain dengan membuka jalan yang ditutup ini. “Ini banyak juga yang melintas di sini. Penjaganya juga tidak ada,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku menjelang lebaran ini pusat kota sudah banyak didatangi masyarakat. Meski wilayah perkotaan masih diterapkan PSBB.

Meski begitu, Rudy memastikan Pemkab Garut tidak akan mengajukan perpanjangan PSBB. Hal itu karena wilayah Garut sudah masuk zona biru. Ia hanya meminta masyarakat untuk lebih patuh melaksanakan physical distancing.

Baca juga : 170 Ribu Pemudik Zona Merah Akan Masuk Garut

“Kami di Garut sudah selesai besok (PSBB). Setelah besok (PSBB selesai), tetap ada protokol kesehatan. Seperti cek poin, penanganan ODP hingga positif, dan tetap melakukan rapid test,” ucap Rudy di Pendopo Garut, kemarin.

Selama penerapan PSBB, Rudy menilai ekonomi masyarakat tak terlalu terganggu. Buktinya masyarakat masih bisa membeli baju baru untuk hari raya Idulfitri. “Karena ekonomi bagus, mereka bisa beli baju lebaran,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.