Tiba di Kota Tasik, Pria Warga Bandung Langsung Gantung Diri

3799
0
Sukaratu EVAKUASI. Anggota Polsek Sukaratu mengevakuasi jenazah EH yang diduga meninggal akibat bunuh diri di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Selasa (5/5). Doc Polsek

TASIK – Seorang pria asal Bandung berinisial EH (31), ditemukan tewas di rumah neneknya saat menengok keluarganya di Kecamatan Sukaratu, Selasa (5/5).

Diduga pria tersebut gantung diri karena tertekan masalah pribadi.

Baca juga : Pencairan Bantuan Non-DTKS Pemprov Jabar untuk Kota Tasik Belum Jelas

Kapolsek Sukaratu AKP Junaedi mengaku mendapat laporan adanya warga yang diduga gantung diri di Kampung Bongkor Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu.

Pihaknya pun mengecek ke lokasi dan jenazah sudah diturunkan keluarga ke lantai. “Setelah dapat laporan saya dan anggota langsung mendatangi lokasi,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Hasil penyelidikan, kata Junaedi, EH merupakan warga Kota Bandung yang baru tiba di Sukaratu sekitar pukul 05.30 kemarin. Dia datang untuk mengunjungi anak dan istrinya.

“Dia orang Bandung dan kerja di Bandung, ke sini baru tadi pagi,” katanya.

Mengingat rumah mertuanya sedang ramai, EH pun istirahat di rumah nenek istrinya yang masih ada di kampung yang sama. Sementara neneknya itu pergi bertani ke sawah.

“Dia istirahat di rumah neneknya karena kondisi rumahnya lagi banyak orang,” terang Junaedi.

Sekitar pukul 11.30, neneknya pulang lagi ke rumah, dan mendapati EH sudah dalam kondisi leher tergantung di dapur. Hal itu pun diberitahukan kepada keluarganya, termasuk orang tua EH di Bandung.

Beredar isu di masyarakat EH gantung diri karena tidak dapat bantuan pemerintah terkait dampak Covid-19.

Namun, Junaedi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, sebab korban baru tiba dari Bandung.

“Di lokasi juga ditemukan catatan, yang bersangkutan punya masalah pribadi, jadi tidak ada hubungannya dengan bantuan pemerintah atau urusan dampak Covid-19,,” katanya.

Junaedi menegaskan kepolisian tidak menemukan adanya kejanggalan pada kematian tersebut.

Baca juga : Di Tengah Wabah Covid-19, Stok Darah di PMI Kabupaten Tasik Kosong

Petugas tidak menemukan ada luka bekas kekerasan atau hal mencurigakan lainnya. “Keluarganya sempat syok, tapi akhirnya menerima kematian EH sebagai musibah,” katanya.

Petugas pun melakukan evakuasi jenazah dengan menggunakan standar protokol kesehatan, terlebih almarhum baru datang dari wilayah zona merah Covid-19. “Jenazah sudah dibawa orang tuanya ke Bandung,” pungkasnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.