Tidak BABS, Derajat Kesehatan Bisa Meningkat

80
0
PEMACUAN ODF. Satgas ODF Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang melaksanakan pemacuan ODF di Lengkongkaler RW 03, Senin (17/6). (Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya
Loading...

TAWANG – Satuan Tugas (Satgas) Jawara Open Defecation Free (ODF) Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang menyelenggarakan pemacuan ODF di Lengkongkaler RW 03, Senin (17/6).

Pemacuan tersebut turut menghadirkan perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sistem Pengelola Air Limbah Domestik (SPALD).

Pelaksana pengelola program sanitasi Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinkes Kota Tasikmalaya Teguh Priatno menyebutkan, pemacuan ODF bertujuan mengubah perilaku masyarakat agar lebih sehat melalui pemberdayaan.

Masyarakat yang tadinya masih buang air besar sembarangan (BABS) menjadi tidak lagi BABS. Selain sadar tidak BABS, masyarakat juga diberi pemahaman tentang sarana prasarana sanitasi yang aman. “Kita mendorong masyarakat sadar dengan sanitasi yang baik,” ujarnya.

Teguh menerangkan, dari target 300 titik, pemacuan ODF sudah dilaksanakan di 100 titik. Proses pemacuan itu termasuk di dalam kegiatan Jawara ODF 2019.

Dinkes mendorong masyarakat Kota Tasikmalaya 100 persen tidak BABS. Saat ini, masyarakat yang sadar tidak BABS sudah mencapai 60 persen. “Itu harus 100 persen diubah perilakunya yang 40 persen itu,” tuturnya.

STOP BABS. Satgas Jawara ODF Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang bersama masyarakat dan perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) berfoto dalam kegiatan pemacuan ODF di Lengkongkaler RW 03, Senin (17/6). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

Ketua Satgas ODF Kelurahan Lengkongsari Yayan Sopiyan yakin melalui pemacuan ODF itu perilaku hidup sehat masyarakat akan lebih baik. Terutama tidak lagi buang air besar sembarang.

Loading...

Masyarakat sudah menyadari bahwa BABS akan mencemari lingkungan. “Setiap rumah diharapkan membuat septic tank untuk menyelamatkan lingkungan,” ujar Lurah Lengkongsari ini.

Menurut dia, Lengkongsari yang menjadi peserta Jawara ODF, baru melaksanakan pemacuan di RW 03. “Selanjutnya ada empat RW lagi,” tutur dia.

Ketua RW 03 Lengkongkaler Yaya Karyaman menerangkan, pemacuan ODF membantu menyadarkan masyarakat bahwa BABS itu akan mencemari sanitasi. Dengan demikian, derajat kesehatan masyarakat akan menurun.

“Secara tidak sadar dengan membuang air besar sembarangan sedikit demi sedikit mengubah sanitasi menjadi rusak,” ujar dia.

Dia berharap, pembinaan ODF dari Dinkes terus berlanjut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dia juga meminta pemerintah menyediakan berbagai fasilitas sanitasi agar masyarakat benar-benar terpacu untuk tidak BABS. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.